Kompas.com - 10/10/2014, 07:02 WIB
Heri Susanto KONTAN/Cindy Silviana SukmaHeri Susanto
EditorErlangga Djumena


KOMPAS.com -
Bila ditekuni dengan serius, bisnis gula merah ternyata bisa mendatangkan cuan yang manis. Heri Susanto sudah membuktikannya. Pria asal Lampung Timur ini sukses menjadi produsen sekaligus distributor yang memasok kebutuhan gula merah di Provinsi Lampung dan Palembang, Sumatra Selatan.

Dengan memiliki lebih dari 250 orang petani penderes gula merah dan 25 agen gula merah, Heri mampu memasarkan sekitar 20 ton gula merah per minggunya. Total omzetnya dalam sebulan mencapai Rp 500 juta–Rp 600 juta, dengan laba bersih sekitar 30 persen.

Sukses yang diraihnya ini tidak didapat dengan mudah. Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, ini sudah lama merantau dan bekerja keras untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Sebelum menjadi pengepul gula merah, Heri pernah menggeluti usaha pengolahan tempe di rumahnya.

Bisnis ini ditekuninya sebelum menikah hingga memiliki seorang istri dan anak pada tahun 1998. Namun, di suatu hari, saat Heri keliling pasar di Lampung Timur, ia melihat seorang agen gula merah yang mendistribusikan barang dagangannya di pasar. Kebetulan, permintaan gula merah di Lampung dan daerah sekitarnya cukup besar.

Prospeknya ia lihat masih menarik dan belum banyak pengepul gula merah. Ia pun tertarik untuk berkecimpung sebagai pengumpul gula merah, dan meninggalkan usaha produksi tempe yang ia jalani.

Maka, pada tahun 2000, Heri mulai keliling Lampung Timur untuk mengumpulkan gula merah dari petani alias para penderes.  "Saat itu saya bisa mengumpulkan hingga 70  kilogram per hari," ujarnya.

Asal tahu saja, harga gula merah saat itu masih sekitar Rp 2.000 per kg. Maka dalam sehari, ia bisa mengumpulkan omzet Rp 100.000–Rp 140.000. Adapun laba yang diperoleh hanya Rp 200–Rp 300 per kg.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Heri pun terus terpacu untuk meningkatkan skala usahanya. Ia ingin meningkatkan kuantitas gula merah yang dikumpulkan dari para penderes. Untuk tambahan modal, ia lalu menggadaikan sepeda motornya.

Maklumlah, untuk mengumpulkan jumlah gula merah yang lebih banyak, ia harus memiliki modal yang cukup besar. Supaya penderes tidak lari ke pengepul lain, ia kadang membayar di muka.

Dengan sistem itu, ia berhasil menggaet lima orang penderes yang rutin memasok gula merah kepadanya. Setiap minggu, para penderes memasok 3 ton–4 ton gula merah.

Seiring meningkatnya jumlah gula merah yang ia jual, Heri pun mulai memiliki agen gula merah, sehingga tak perlu bersusah payah mengumpulkan gula merah sendiri.

Namun, untuk tetap bertahan di bisnis ini, Heri harus menjadi pengepul yang besar. Maklum, persaingan antar pengepul cukup ketat. Untuk itu, ia harus menjaring lebih banyak agen dan penderes gula merah.

Namun, itu butuh modal yang lebih besar untuk bekerjasama dengan lebih banyak agen. Sampai akhirnya, ia diajak temannya mengajukan pinjaman ke PT Sarana Ventura Lampung (SLV). (Cindy Silviana Sukm)



Sumber
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

Rilis
Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Whats New
Jakpro Gandeng PGN Bangun Infrastrktur Gas Bumi di Jakarta

Jakpro Gandeng PGN Bangun Infrastrktur Gas Bumi di Jakarta

Rilis
Sambut Ultah Ke-12, Tokopedia Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Sambut Ultah Ke-12, Tokopedia Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Whats New
Bank BUMN Pede Kredit Bisa Tumbuh hingga 7 Persen

Bank BUMN Pede Kredit Bisa Tumbuh hingga 7 Persen

Whats New
RI Keluar dari Resesi, OJK Bakal Dorong Pemda Salurkan KUR Pertanian

RI Keluar dari Resesi, OJK Bakal Dorong Pemda Salurkan KUR Pertanian

Whats New
Varian Delta Tekan Ekonomi Kuartal III, Pemerintah Andalkan Kuartal IV

Varian Delta Tekan Ekonomi Kuartal III, Pemerintah Andalkan Kuartal IV

Whats New
Bagaimana Tahapan Penyusunan APBN?

Bagaimana Tahapan Penyusunan APBN?

Whats New
Chatib Basri Ungkap Solusi Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2021

Chatib Basri Ungkap Solusi Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2021

Whats New
Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Mendag: Konsumsi Membaik ke Masa Sebelum Pandemi

Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Mendag: Konsumsi Membaik ke Masa Sebelum Pandemi

Whats New
Meski Dihantam Varian Delta, Sri Mulyani Pede Ekonomi Kuartal III Sentuh 5,7 Persen

Meski Dihantam Varian Delta, Sri Mulyani Pede Ekonomi Kuartal III Sentuh 5,7 Persen

Whats New
Menteri Pertanian: Penyaluran KUR 2021 Sudah Terserap Rp 43,60 Triliun

Menteri Pertanian: Penyaluran KUR 2021 Sudah Terserap Rp 43,60 Triliun

Whats New
Menkop Teten Sebut Sektor UMKM Hampir Normal Seperti Sebelum Pandemi

Menkop Teten Sebut Sektor UMKM Hampir Normal Seperti Sebelum Pandemi

Whats New
Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenperin Pantau Operasional Industri Manufaktur

Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenperin Pantau Operasional Industri Manufaktur

Whats New
Gandeng PTPP, BPKH Bangun Rumah Indonesia di Mekkah

Gandeng PTPP, BPKH Bangun Rumah Indonesia di Mekkah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X