Rupiah Melemah, Garuda Indonesia Terancam Merugi

Kompas.com - 10/10/2014, 18:23 WIB
Pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAPesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Garuda Indonesia (Garuda/Persero) Tbk berpotensi mengalami kerugian akibat melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS. Hal ini disebabkan karena biaya operasional Garuda Indonesia selama ini 70 persen menggunakan dollar AS.

"Kalau rupiah melemah, itu semua akan sangat berpengaruh pada kinerja karena pendapatan kita," ujar Direktur Utama PT Garuda Indonesia Airlines Emirsyah Satar, di Hotel Grand Hyatt, Jumat (10/10/2014).

Emirsyah memaparkan, Garuda selama ini juga memakai rupiah untuk biaya operasional. Namun, selama nilai mata uang rupiah melemah, Emirsyah khawatir bahwa kebutuhan Garuda tidak akan terpenuhi.

"Tidak akan cukup untuk menutupi kebutuhan kita terhadap dollar AS," papar Emirsyah.

Emirsyah memaparkan, Garuda Indonesia tahun ini sudah mengumumkan bahwa depresiasi rupiah berdampak pada kinerja Garuda. Dengan catatan hampir 23 persen year on year, melemahnya rupiah pun berdampak pada kinerja mereka. Salah satunya akibat kenaikan harga avtur.

"Upaya menaikkan harga tiket pun tidak bisa dilakukan lantaran harga tiket sudah ada platform-nya," ujar Emirsyah. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X