Untuk Kabinet Profesional, Jokowi Sudah Telepon Sri Mulyani?

Kompas.com - 10/10/2014, 22:20 WIB
Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla memberikan keterangan pada wartawan terkait porsi kabinetnya, di Rumah Transisi Jokowi-JK, Jakarta, Senin (15/9/2014). Rencananya Kabinet Jokowi-JK akan diperkuat 34 kementerian yang terdiri dari 18 orang profesional dan 16 orang dari partai politik. TRIBUN / DANY PERMANAPresiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla memberikan keterangan pada wartawan terkait porsi kabinetnya, di Rumah Transisi Jokowi-JK, Jakarta, Senin (15/9/2014). Rencananya Kabinet Jokowi-JK akan diperkuat 34 kementerian yang terdiri dari 18 orang profesional dan 16 orang dari partai politik.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, A Tony Prasetiantono, mengatakan, dalam situasi perkembangan politik seperti sekarang, pasar berharap kabinet yang dibentuk Joko Widodo berisi orang-orang profesional. Menurut dia, orang sekaliber mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani perlu dipanggil.

"Tapi, saya dengar Pak Jokowi sudah menelepon Bu Sri Mulyani. Tapi, hasilnya apa, saya enggak tahu. Ini bocoran. Kalau beliau bisa mengumpulkan orang-orang yang punya integritas tinggi, itu saya kira pasar akan merespons positif," kata Tony ditemui di sela Indonesia Knowledge Forum III 2014, Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Namun, lebih dari sekadar memiliki kabinet yang profesional dan solid, Tony menegaskan, pasar juga akan melihat perkembangan yang terjadi pada 100 hari pertama kerja Jokowi-Jusuf Kalla. "Tiga bulan pertama, itu kan sudah kelihatan kabinetnya bekerja keras atau hanya titipan orang-orang partai. Itu akan ketahuan. Makanya, Jokowi harus hati-hati menyusun kabinetnya," ucap dia.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada ini pun berpendapat, selama 100 hari kerja pertama itu, publik akan menilai target capaian yang harus dipatok pemerintahan baru. "Kalau dicapai tidak mungkin. Tapi, body language itu akan kelihatan, siapa yang bekerja keras," kata Tony.

Tony pun mengapresiasi rencana kabinet Jokowi-JK untuk tak membeli mobil dinas baru. "Saya kira start dengan tidak membeli mobil baru itu sudah bagus," ujar dia. Langkah tersebut, kata dia, akan menunjukkan kepada masyarakat bahwa para menteri di kabinet mendatang tak punya pamrih. "Yang memang pekerja keras, tulus, dan punya integritas."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kimia Farma Minta Masyarakat Tak 'Panic Buying' Borong Obat dan Vitamin

Kimia Farma Minta Masyarakat Tak "Panic Buying" Borong Obat dan Vitamin

Whats New
Google Angkat Indeks Nasdaq saat Investor Fokus ke The Fed

Google Angkat Indeks Nasdaq saat Investor Fokus ke The Fed

Whats New
Apa Itu Audit: Definisi, Jenis, dan Tahapannya dalam Perusahaan

Apa Itu Audit: Definisi, Jenis, dan Tahapannya dalam Perusahaan

Whats New
[POPULER MONEY] Jam Kerja ASN selama PPKM | Bank Mandiri Mundur dari Aceh

[POPULER MONEY] Jam Kerja ASN selama PPKM | Bank Mandiri Mundur dari Aceh

Whats New
Ada Ketentuan Karantina 14 Hari, Biaya Umrah akan Lebih Mahal

Ada Ketentuan Karantina 14 Hari, Biaya Umrah akan Lebih Mahal

Whats New
Penjualan Listrik Tembus Rp 140,5 Triliun, Laba Bersih PLN Meroket Jadi Rp 6,6 Triliun

Penjualan Listrik Tembus Rp 140,5 Triliun, Laba Bersih PLN Meroket Jadi Rp 6,6 Triliun

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Wakaf Bisa Berbentuk Saham hingga Deposito

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Wakaf Bisa Berbentuk Saham hingga Deposito

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Heran RI Kebanjiran Makanan Halal Impor

Wapres Ma'ruf Amin Heran RI Kebanjiran Makanan Halal Impor

Whats New
Penumpang Kereta di Sumatera Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin

Penumpang Kereta di Sumatera Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin

Whats New
Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Whats New
Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Rilis
SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

Earn Smart
Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Rilis
Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Work Smart
[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | 'Harga Teman', Komponen Harga yang Masih Misteri

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | "Harga Teman", Komponen Harga yang Masih Misteri

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X