Kompas.com - 11/10/2014, 07:35 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak hanya menyisakan kepahitan bagi PT Astra International Tbk. Menurut Deputy Director PT Astra International Tbk., Paulus Bambang WS, ada divisi perusahaannya yang mendulang keuntungan dari keadaan tersebut.

"Kalau yang agro, senang. Karena dia jualnya kan dengan dollar AS, jadi ada yang ekspor dan ada yang tidak. Plus-minusnya ada. Tapi kalau otomotif kan berat," ujar Paulus di Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Diversifikasi yang dilakukan Astra International, menurut Paulus, memegang peranan penting dalam menghadapi keadaan semacam ini. Selain di sektor agraria, ada pula kegiatan usaha perusahaan yang menurut Paulus tidak terlalu terpengaruh anjloknya nilai tukar rupiah. Paulus mencontohkan jalan raya.

"Cuma, kalau jalan raya kan tidak ada masalah. Rupiah-rupiah, tidak ada masalah. Jadi, karena Astra bisnisnya banyak, jadi saling begini," imbuhnya.

Lebih lanjut, Paulus juga mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi domestik saat ini hanya sementara. Perekonomian Indonesia, menurut dia, akan kembali baik di tahun depan. Kegamangan di sektor politik pun tidak akan selamanya terjadi.

"Kami percaya siapa pun (pemimpinnya), ini hanya sementara. Kita percaya Indonesia akan bagus, tahun depan pasti jadi tujuan investasi, siapa lagi di ASEAN kalau tidak Indonesia?" pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X