Hadapi MEA, OJK Kaji Kemungkinan Pangkas Kepemilikan Asing di Asuransi

Kompas.com - 13/10/2014, 13:59 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai tahun depan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan industri asuransi Indonesia sudah cukup terbuka. Malah, OJK menilai keterbukaan tersebut perlu ditilik kembali.

"Industri asuransi, regulasi kita sudah cukup terbuka dengan asing, maksimum 80 persen," kata Direktur Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan IKNB OJK, Yusman di Jakarta, Senin (13/10/2014).

Menurut Yusman, batasan kepemilikan asing di industri asuransi sebesar 80 persen itu sudah cukup terbuka untuk negara lain. "Bisa jadi, kita mau review lagi. Apakah 80 persen itu masih layak kita pertahankan. Bisa jadi akan lebih rendah lagi. Tapi itu domainnya pemerintah," tukas Yusman.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2008, persentase kepemilikan asing di perusahaan asuransi yang diperbolehkan sampai 80 persen.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.