Bisnis Penerbangan Carter Diprediksi Terus Meningkat

Kompas.com - 15/10/2014, 13:03 WIB
Ilustras pesawat Adrian PingstoneIlustras pesawat
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Penerbangan Nasional (INACA) mencatat pendapatan di bisnis penerbangan carter mencapai 530 juta dolar pada tahun 2013. Angka tersebut diprediksi akan semakin besar pada tahun-tahun mendatang.

"Dengan ceruk pasar yang baru sekitar 5 persen dari seluruh jasa penerbangan nasional, penerbangan charter tahun 2013 mencapai nilai penjualan 530 juta dollar AS," ujar Ketua Penerbangan Tidak Berjadwal INACA Denon Prawiraatmadja di Jakarta, Rabu (15/10/2014).

Dengan data itu menurut dia, bisnis penerbangan carter masih memiliki pangsa pasar yang cukup luas. Bahkan akan terus meluas ditahun mendatang karena adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Saat ini, armada carter di Indonesia baru mencapai 253 unit pesawat. Jika dibandingkan pesawat yang terbang berjadwal dengan jumlah 442 unit, maka relatif masih berbeda jauh. "Penerbangan charter masih didominasi oleh transportasi personal perusahaan migas, VIP, ambulans udara, survei udara, dan penerbangan khusus turis," kata Danon.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X