Rekam Jejak Menteri ESDM Jokowi-JK Harus Bersih!

Kompas.com - 19/10/2014, 17:16 WIB
Suasana Kantor Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2014). FebrianSuasana Kantor Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2014).
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam hitungan hari presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan menteri. Khusus untuk menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jokowi diminta untuk benar-benar memperhatikan rekam jejak calon menteri.

Ferdinand Hutahaean, Direktur Eksekutif Energy Watch, mengatakan saat ini sektor energi tengah bermasalah, dibutuhkan sosok terkait yang kuat dan loyal. Ia juga menyarankan agar sosok yang dipilih tidak pernah masuk sistem karena orang di dalam sistem mayoritas sudah keracunan mafia migas.

"Selama ini tidak pernah ada pejabat yang berteriak bahwa ada masalah di dalam. Ini artinya mereka menerima permainan mafia migas. Maka, diperlukan sosok yang bisa menjaga jarak dengan para mafia migas," tegas Ferdinand, kemarin.

Sejumlah nama belakangan ini mencuat sebagai kandidat menteri ESDM. Mereka antara lain Raden Priyono (mantan Kepala BP Migas), Darwin Silalahi (Presiden Direktur Shell Indonesia), Kuntoro Mangkusubroto (Kepala UKP4), Karen Agustiawan (mantan Dirut Pertamina), dan Arie Soemarno (mantan Dirut Pertamina dan mantan Dirut Petral).

Nama lainnya yang juga disebut masuk tim energi Jokowi-JK adalah, Ahmad Faisal (eks Direktur Niaga), Sugiharto (komisaris utama), Hanung Budya (direktur pemasaran dan niaga) dan Hari Karyuliarto (direktur gas) dan anggota direksi Pertamina lainnya

Ia merinci, sosok yang dipilih oleh Jokowi diharapkan bukan berasal dari Kementerian ESDM, SKK Migas, juga dari Pertamina karena lembaga itu dinilai Ferdinand masih bagian dari persoalan energi dan rentan dipengaruhi mafia migas.

"Ketiga lembaga itu, termasuk Petral sudah dikelola oleh mafia migas sedemikian rupa. Masih banyak orang luar yang bisa dipilih dan punya kemampuan," tegasnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communications PT Pertamina, Ali Mundakir meluruskan terkait tudingan yang selama ini ditunjukan kepada Petral. Menurut dia, mafia migas di tubuh Petral hanyalah isu belaka.

Ali mengatakan, Pertamina sudah tidak lagi membeli BBM impor dari trader sejak 2012 lalu. Faktanya Pertamina mengundang national oil company langsung, kemudian membeli produk premium langsung dari produsen pemilik kilang.

Sehingga tidak ada lagi transaksi yang terjadi langsung antara trader dan Pertamina. Pertamina pun, menurut Ali, tidak pernah sembarangan dalam memilih trader pada masa lalu. Ada dua pertimbangan Pertamina, menurut dia, dalam memilih rekan bisnis, yaitu kredibilitas dan reputasi. Jika dua syarat itu terpenuhi, maka perseroan barulah yakin mengikat kerja sama business to business.

Sebelumnya, Anggota BPK Bahrullah Akbar menilai, tuduhan yang dialamatkan pada Petral dan wacana terkait pembubaran Petral menunjukkan kebiasan orang Indonesia yang mudah dalam mencari kambing hitam. "Mafia itu mafia apa? Seharusnya, ayo perbaiki sistemnya semua dari hulu sampai hilir," kata Bahrullah.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Whats New
Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Whats New
Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Whats New
Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

BrandzView
Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Whats New
Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Whats New
Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Whats New
Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Whats New
Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Whats New
Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Whats New
Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Whats New
Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Whats New
Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Whats New
Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Whats New
Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X