Kompas.com - 20/10/2014, 09:33 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Joko "Jokowi" Widodo - Jusuf Kalla Senin (20/10/2014) dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Banyak janji yang telah dilontarkan Jokowi-JK saat pemilu presiden. Ini jelas  butuh pembuktian. Apalagi, rekam  dan jejak janji itu tercatat dengan baik  di benak ratusan juta orang.

Berikut harapan-harapan dari dari berbagai pihak terhadap pasangan Jokowi-JK
- Aip Syarifuddin, Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakopindo)
Latar belakang Jokowi sebagai masyarakat biasa membuat kami menaruh harapan besar ke Jokowi.  Kehadiran JK sebagai wapres yang mendampingi Jokowi semakin menguatkan harapan pelaku UKM ke pemerintahan yang mereka pimpin kelak. Kami presiden dan wapres yang baru memberikan perhatian kepada pengusaha tahu dan tempe di Indonesia.

- Sofjan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Tantangan ekonomi tahun depan sangat sulit. Jokowi dan para menteri ekonominya harus bisa menarik investasi ke Indonesia dan mendorong dunia usaha agar terus berkembang. Pemerintah harus bisa menjawab masalah pangan dan energi yang menjadi masalah utama semua orang sekarang, tidak hanya pengusaha, juga pemerintah.

- Haryadi Sukamdani, Wakil ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN)
Iklim berusaha harus lebih baik dibandingkan era Presiden SBY. Nilai ekspor berpotensi tumbuh hingga 10 persen. Peluang datang dari Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan menjadikan mereka pasar ekspor. Potensi pertumbuhan dari otomotif, tekstil, dan elektronik. Membaiknya iklim berusaha, kinerja sektor industri akan meningkat. Ini berujung ke membaiknya produktivitas nasional dan mendorong aktivitas dagang.  

- Ade Sudrajat, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia
Pemerintahan baru di bawah Jokowi harus berani, tegas, mau mengambil risiko termasuk tak populer dalam menyelesaikan masalah. Salah satunya  infrastruktur yang lambat. Perlu ada terobosan dari pemerintahan baru untuk memperbaiki itu semua. Era pemerintahan Jokowi harus memperbaiki kualitas belanja negara. Salah satunya adalah perbaikan belanja subsidi, khususnya BBM.

- Franky Welirang, Direktur PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
Tantangan pertama Jokowi-JK adalah masalah tenaga kerja. Saat ini masalah upah tenaga kerja telah campur aduk sehingga sering terjadi politisasi. Bagaimana Jokowi mendudukkan masalah dan mencegah politisasi. Masalah lainnya ialah amdal dan pembebasan lahan. Ini masalah klasik yang belum terselesaikan sampai sekarang.  

- Lana Soelistyaningsih, Ekonom Universitas Indonesia  
Pemerintahan Jokowi-JK harus segera memberikan kepastian terkait ide infrastrukturnya. Mana yang akan dibangun ditunggu pasar. Pembangunan infrastruktur  harus dilakukan sebelum kenaikan fed funds rate tahun 2015. Mereka juga harus segera memberikan kepastian waktu soal kenaikan harga BB. Yang paling penting, perlu rekonsiliasi besar yang membut pasar percaya hubungan politik pemerintah Jokowi-JK DPR-MPR terjalin baik.

- David Sumual, Ekonom BCA
Jokowi-JK perlu memberlakukan reformasi fiskal untuk memperbesar ruang fiskal demi menggenjot pembangunan infrastruktur. Selain itu, pemerintah Jokowi-JK  harus segera melakukan reformasi birokrasi dan perizinan guna mewujudkan pemerintahan yang sederhana, produktif, dan efisien. Terakhir, pemerintahan Jokowi-JK juga penting melakukan reformasi ketenagakerjaan untuk mengatasi kesenjangan spasial dan pendapatan masyarakat.

- Suryo Bambang Sulisto, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia
Tantangan ekonomi ke depan kian berat. Ekonomi global masih belum pulih dan ekspor masih lambat, nilai tukar rupiah yang terus melemah. Jokowi harus memilih menteri di bidang ekonomi dari kalangan profesional yang teruji kinerjanya dan mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi bangsa. Kasihan Jokowi jika menteri ekonominya bukan profesional yang baik, nanti keteteran sendiri.
(Agus Triyono, Asep Munazat Zatnika, Benedictus Bina Naratama, Dikky Setiawan, Margareta Engge Kharismawati, Noverius Laoli)

baca juga: Jokowi Dianggap Hanya Akan Meneruskan Strategi Ekonomi SBY

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.