Ini Alasan LPS Memilih J Trust untuk Akuisisi Bank Mutiara

Kompas.com - 20/10/2014, 16:57 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mutiara Tbk. secara resmi telah menyetujui pengambilalihan Perseroan oleh J Trust Co Ltd, perusahaan investasi asal Jepang, di Jakarta, Senin (20/10/2014).

Saat ini, J Trust sudah memberikan uang muka pada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 10 persen dari total pembelian Bank Mutiara. Menurut rencana, J Trust akan melunasi pembelian Bank Mutiara pada saat "closing", yaitu selambat-lambatnya pada 21 November 2014.

Seusai RUPSLB, Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Samsu Adi Nugroho sempat mengungkapkan alasan LPS memilih perusahaan tersebut. Menurut Samsu, setidaknya ada dua alasan yang mendorong pilihan LPS, sebagai pemegang saham mayoritas Bank Mutiara saat ini, memilih J Trust.

"Yang pertama soal harga, (penawaran lain) di bawah J Trust. Ada juga soal-soal yang menurut kami kurang bisa, kurang menguntungkan. Ada yang mau ambil bagusnya saja, tapi jeleknya ditinggal. Kalau J Trust tidak membedakan baik dan buruk. Dia beli dengan harga sekian dan tidak menginginkan aset yang sedang dikejar oleh pemerintah dari manajemen yang lama," ujar Samsu.

Selain soal harga, ada pula soal rencana pengelolaan Bank Mutiara. Samsu enggan menjabarkan teknis pengelolaan bank dan menyerahkannya pada direksi Bank Mutiara. Namun, dia juga menuturkan bahwa J Trust sudah menunjukkan komitmen yang lebih baik ketimbang calon pembeli lainnya.

"Secara harga memang lebih menguntungkan. Yang non-harga, ada komitmen dia yang menurut kita lebih dari investor lain," imbuhnya.

Kelebihannya, tutur Samsu, J Trust mau menanggung potensi risiko di kemudian hari tanpa meminta impunitas, selama masih dalam koridor bank. Kelebihan ini memudahkan LPS memutuskan pilihan.

Sejauh ini, LPS pun belum bisa menjabarkan data lebih mendetil mengenai jumlah pembayaran Bank Mutiara oleh J Trust Co Ltd. Berbagai kecenderungan yang mungkin saja dilakukan oleh J Trust, seperti revaluasi sistem, aset, serta penunjukkan direksi, kemungkinan akan dilakukan pasca pelunasan dan pengurusan akta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

Whats New
Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Whats New
Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Whats New
Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Whats New
Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Whats New
Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Whats New
INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

Whats New
Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Work Smart
Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan 'Hijau', Ini Alasannya

Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan "Hijau", Ini Alasannya

Whats New
Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Whats New
BERITA FOTO: Pandemi Mereda, 'Angin Segar' Bisnis Kuliner

BERITA FOTO: Pandemi Mereda, "Angin Segar" Bisnis Kuliner

Whats New
Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Whats New
Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Whats New
Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

BrandzView
MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.