Kompas.com - 23/10/2014, 09:13 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Enakkah menjadi menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK)?  Rasanya, siapa pun yang  terpilih menjadi pembantu presiden, harus siap tancap gas untuk menjaga momentum harapan baru.   

Maklum, sederet agenda besar pemerintah baru sudah menanti. Tidak ada istilah berleha-leha untuk merealisasikannya. Setidaknya 100 hari pertama akan menjadi masa krusial yang jadi tolok ukur prestasi pemerintahan baru.

Berdasarkan diskusi KONTAN dengan para ekonom dan pengusaha, plus hasil riset media ini, sejumlah program masuk daftar prioritas Program 100 Hari Pemerintahan Jokowi-JK. Mulai dari  pembenahan makro ekonomi,  fiskal, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, masalah energi, pangan, penanaman modal, serta kesiapan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Soal anggaran, sebagai contoh, agenda terdekat adalah mendandani postur anggaran tahun 2015. "Jokowi-JK harus menyusun Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015," kata Sri Adiningsih, ekonom Megawati Institute, yang santer disebut calon Menko Perekonomian, Rabu (22/10/2014).

Revisi APBN 2015 ini memang menjadi kunci pemerintahan baru untuk menggolkan niat menyehatkan anggaran: mengurangi subsidi BBM serta penyiapan dana program bantuan sosial sebagai kompensasi kenaikan BBM karena APBN 2015 tidak menganggarkan pos tersebut. "Subsidi itu menghambat pembangunan pemerintah," kata Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia.

Problemnya, mengubah beleid anggaran itu, kini, bak memindahkan gunung alias pekerjaan yang sungguh berat. Sebab, pemerintahan Jokowi-JK harus meminta stempel parlemen yang kini dikuasai kubu oposisi.

Nah, selain anggaran, mantan deputi tim transisi dari partai Nasdem, Akbar Faisal mengatakan, program jangka pendek Jokowi-JK akan fokus pada program yang berhubungan dengan orang-orang kecil seperti nelayan dan  petani. Misalnya, merealisasikan Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar yang menjadi janji kampanye Jokowi-JK pada pilpres lalu.

Persoalannya, darimana dana untuk memenuhi program itu? Akbar tak menjelaskan detail sumbernya. "Semuanya sudah dalam rencana Jokowi-JK," tandas Akbar.

Pembenahan izin investasi,  masuk dalam catatan prioritas para pengusaha. Sebab masalah perizinan yang ribet selama ini menjadi keluhan utama para pengusaha, selain persoalan infrastruktur. Solusi urusan satu ini juga menantang. Pasalnya pembenahan perizinan menyangkut masalah birokrasi yang membutuhkan waktu lebih lama.     

Berikut visi misi program Jokowi - JK:
Bidang Ekonomi
- Menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga 7% di akhir periode jabatan 2014-2019 dan menahan agar pertumbuhan ekonomi di 2014 tak jatuh ke bawah 5%.
- Menyeimbangkan stabilitas makro ekonomi dengan sektor riil. Jokowi sudah berjanji membangun kemandirian ekonomi, maka kebijakan ekonomi tak cukup hanya menjaga stabilitas makro ekonomi dan moneter, tetapi menggerakkan sektor riil.
- Mengendalikan inflasi di akhir 2014 hingga 2015 dengan menjaga pasokan dan distribusi bahan pangan. Jika harga BBM bersubsidi naik Rp 3.000 perliter mulai awal November, hitungan Bank Indonesia, tambahan inflasi 3,16% di 2015. Jika naik Rp 2.000 per liter, tambahan inflasi 2,11%.
- Menyediakan tambahan dana bantuan sosial sebelum menaikkan harga BBM bersubsidi. Saat ini bantalan sosial di 2014 dan 2015 masing-masing hanya Rp 5 triliun, dengan asumsi kenaikan BBM bersubsidi naik Rp 2.000 per liter. Dengan kata lain, dana bantuan sosial yang tersedia belum cukup.

Halaman:
Sumber


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.