Kompas.com - 23/10/2014, 09:13 WIB
EditorErlangga Djumena

Energi
- Melaksanakan kebijakan konversi energi dari BBM subsidi ke gas di sektor transportasi, industri, dan konsumen rumah tangga.
- Memberantas mafia migas. Jokowi pernah disodorkan rencana oleh Pokja Tim Transisi untuk menutup Petral, anak usaha Pertamina yang bertugas impor minyak.
- Membuat kebijakan lintas kementerian untuk melakukan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. Tahun ini, subsidi BBM sebesar Rp 280 triliun dan tahun 2015 di atas Rp 300 triliun. Dalam 10 tahun terakhir, subsidi energi sekitar Rp 1.995 triliun, di antaranya subsidi BBM yang mencapai Rp 1.343 triliun.

Fiskal
- Mengajukan revisi APBN 2015.
-  Mengatasi defisit anggaran. Meggenjot pendapatan negara khususnya dari ekspor harus menjadi prioritas, selain menggenjot penerimaan negara dari sektor perpajakan, baik wajib bajak individu maupun badan hukum (perusahaan). Tahun ini penerimaan perpajakan diprediksi hanya 94% dari target. Padahal, penerimaan perpajakan berkontribusi 76,20% atas total penerimaan tahun ini Rp 1.635,38 triliun.
- Meningkatkan belanja pemerintah sejak awal tahun,  jangan menumpuk di akhir tahun. Belanja pemerintah harus efesien dan diarahkan untuk menggerakkan sektor riil dan infrastruktur.

Pangan
- Pembatasan impor komoditas pangan agar tujuan pengendalian harga dan kesejahteraan petani berjalan. Jangka panjang, peningkatan kapasitas produksi pangan mutlak dilakukan dengan menambah area sawah baru dan pengembangan teknologi pertanian.
- Memprioritaskan infrastruktur pertanian untuk meningkatkan produktifitas sektor pertanian.
- Mencapai swasembada pangan.
- Meningkatkan kesejahteraan petani.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
Tahun 2015, Masyarakat Ekonomi Asean berlaku.  Sesuai data Kementerian Perindustrian baru 31,26 %  atau 1.250 pos tarif dari 3.998 pos tarif produk industri manufaktur Indonesia yang  memiliki daya saing di pasar Asean. Sisanya tak siap hadapi MEA. Banyak pihak menyarankan, Jokowi harus berani membatalkan kesepakatan Indonesia untuk menjalankan MEA.

Jaminan Sosial
- Menjalankan program kartu sehat dan kartu pintar. Namun Jokowi perlu mengajak seluruh lapisan masyarakat agar ikut dalam program BPJS Kesehatan yang akan berlaku penuh mulai awal 2015. Per Juni 2014, peserta baru 124,5 juta.
- Meningkatkan anggaran agar jumlah masyarakat miskin sebagai anggota BPJS Kesehatan naik. Anggaran BPJS Kesehatan untuk masyarakat miskin tahun ini Rp 26 juta akan diperbesar jadi Rp 32 triliun.

Ketenagakerjaan dan Upah
Menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang bisa mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan baku dan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), namun di sisi lain tidak terlalu memberatkan pihak pengusaha. Rata-rata UMP 2014 hanya naik 14,61% dibanding UMP 2013. Penetapan UMP 2015 terakhir pada awal November 2014.

Penanaman Modal
- Menertibkan dan mempersingkat jalur birokasi dan perizinan, sehingga menarik bagi investor lokal maupun luar negeri.
- Menjaga stabilitas politik dan keamanan sehingga Indonesia tetap dipercaya oleh para investor.(Adinda Ade Mustami, Agus Triyono, Asep Munazat Zatnika, Benedictus Bina Naratama, Margareta Engge Kharismawati, Noverius Laoli)

baca juga: Faisal Basri: Jokowi Harus Naikkan BBM Awal November

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.