Kabinet Belum Diumumkan, Jadi Mimpi Buruk bagi Pengusaha

Kompas.com - 24/10/2014, 06:21 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan anggota Komisi XI DPR RI Vera Febyanthi menilai, belum diumukannya nama-nama menteri dalam pemerintahan Jokowi bisa menjadi mimpi buruk bagi para pengusaha. Pasalnya, selama ini pengusaha sudah menunggu nama-nama menteri tersebut.

"Bagi pengusaha itu nightmare, kelamaan (mengumumkan kabinet)," ujar Vera setelah acara diskusi di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (23/10/2014).

Dia menjelaskan, ekspektasi pengusaha kepada Presiden Jokowi sangatlah besar. Saking besarnya, pengusaha mengharapkan Jokowi segera mengambil keputusan demi kepastian investasi.

"Kalau pengusaha kan wait and see. Ada beberapa Peraturan Menteri yang akan direvisi, akhirnya terjadi stagnan. Business as usual itu bisa berhenti sementara waktu," kata dia.

Nada serupa juga dikemukakan Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto. Dia meminta Presiden Jokowi segera mengumumkan nama-nama menteri yang duduk dalam kabinet. Menurutnya, jika terlalu lama diumumkan maka itu sangat tidak elok. "Segera saja umumkan line up menterinya, kalo kelamaan gak elok," ujar Ryan.

Dia menjelaskan, masyarakat Indonesia sudah menunggu pengumuman menteri tersebut. Bahkan masyarakat kata dia sudah menanti orang-orang yang dipilih Jokowi itu orang yang berintegritas atau tidak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.