Ini Strategi Susi Pudjiastuti untuk Babat "Illegal Fishing"...

Kompas.com - 30/10/2014, 00:56 WIB
Perahu nelayan di Pantai Kata, Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (7/6/2011). Pantai Kata merupakan salah satu daya tarik wisata pantai di kota Pariaman, Sumatera Barat.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPerahu nelayan di Pantai Kata, Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (7/6/2011). Pantai Kata merupakan salah satu daya tarik wisata pantai di kota Pariaman, Sumatera Barat.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, memastikan akan memberantas para pencuri kekayaan laut Indonesia. Apa strateginya?

"Untuk perusahaan perkapalan yang hanya main smuggling (penyelundupan), menangkap tanpa izin, saya pasti babat, saya habiskan," kata Susi dalam konferensi pers, Rabu (29/10/2014).

Menurut Susi, kegiatan penangkapan tanpa izin tersebut bisa merusak lingkungan, dan jelas merugikan negara.

Ini strateginya

Susi memaparkan, kementeriannya akan membenahi data inventarisasi kekayaan laut Indonesia, sekaligus data pelaku usaha di sektor perikanan.

Tujuan pembenahan data itu, kata Susi, adalah untuk menekan angka penangkapan ikan ilegal tersebut. "Karena semuanya terekam," tegas dia.

Belajar dari pengalamannya di bidang penerbangan--capaiannya selain di bidang perikanan--Susi mengatakan semua data pemilik pesawat terbang terekam lengkap di Kementerian Perhubungan. "Saya mau buat hal yang sama di Kelautan dan Perikanan," kata dia.

Selain data-data kapal, Susi juga memerintahkan jajarannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melengkapi pula data inventaris perikanan tangkap dan perikanan budidaya.

Seluruh jajaran dinas terkait kelautan dan perikanan di seluruh Indonesia, kata Susi, akan segera dia kumpulkan. Pertemuan rutin minimal sebulan sekali juga dia rencanakan.

"Saya tidak mungkin lebih tahu dari orang Jambi soal perikanan di Jambi. Saya tidak mungkin lebih tahu dari orang Papua soal perikanan di Papua. Saya orang yang senang mendapat masukan dari daerah-daerah," tegas dia.

Sebelumnya, dalam diskusi publik bertajuk "Roadmap Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia" di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (29/9/2014), Presiden Joko Widodo menyebutkan, kerugian akibat pencurian hasil laut itu membuat Indonesia mencapai sekitar Rp 300 triliun per tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X