Susi Pudjiastuti dan Niatnya "Jualan"

Kompas.com - 30/10/2014, 04:56 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan pers di Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (28/10/2014). Susi mulai bertugas sebagai menteri pada hari ini dengan melakukan perkenalan kepada karyawan dan berdiskusi santai dengan lima direktur jenderal (dirjen) serta tiga kepala bidang di sofa ruangan kerjanya. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Kompas.com / RODERICK ADRIAN MOZESMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan pers di Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (28/10/2014). Susi mulai bertugas sebagai menteri pada hari ini dengan melakukan perkenalan kepada karyawan dan berdiskusi santai dengan lima direktur jenderal (dirjen) serta tiga kepala bidang di sofa ruangan kerjanya. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memang berniat "jualan". Dia pun menegaskan bakal bekerja dan bersikap keras, setidaknya pada awal masa jabatan.

Menurut Susi, semua program yang telah didesain Sjarief C Soetardjo, pendahulunya di kementerian itu, sudah sangat baik. “Tetapi, kita harus memasukkan komersialisasi program, untuk meningkatkan kesejahteraan (nelayan dan pembudidaya),” kata dia, dalam sambutan usai serah terima jabatan, Rabu (29/10/2014).

Karenanya, Susi ingin jajaran birokrat punya insting bisnis. “Semua program, semua asistensi, ujung-ujungnya harus ke arah bisnis. Being commercial,” ujar dia.

Alasan Susi

Susi berpendapat, banyak bantuan dan asistensi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang selam ini kurang mendorong kesejahteraan. Selain untuk jajaran birokrat, Susi pun berkeinginan insting bisnis juga ada pada para nelayan dan pembudidaya.

“Kalau sudah komersial, apa yang mereka kerjakan menghasilkan profit. Kalau sudah profit, mereka tidak membutuhkan asistensi lagi, dan bisa kita berikan (asistensi) itu kepada yang lainnya,” terang Susi.

Susi yang juga seorang pengusaha di sektor perikanan selama 33 tahun itu menuturkan, sebetulnya banyak yang berubah dari kementeriannya ini. Dia mengaku terakhir kali berkunjung ke kementerian ini sebelum jadi menteri adalah pada 15 tahun lalu. “Saya melihat jauh berubah,” kata dia.

Namun, Susi berkeinginan semua sistem di kementeriannya ini terbangun lebih rapi sehingga semua kegiatannya bisa berkelanjutan.  “Saya mau kerja lebih keras di awal, agar sistem ini bisa sustain, dan ke depannya bisa berjalan sendiri. Saya belajar dari daerah, besar di sana, mungkin agak sedikit keras,” tegas dia.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X