Menkeu: Skema Kompensasi Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Akan Bervariasi

Kompas.com - 30/10/2014, 22:00 WIB
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyampaikan, kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang disiapkan pemerintah saat ini lebih baik daripada sebelumnya, seperti bantuan langsung tunai.

Alasannya, kata Bambang, kategori kompensasinya lebih bervariatif. "Artinya, variatif, tidak sekadar cash transfer," kata Bambang kepada wartawan pada Kamis (30/10/2014).

Lebih lanjut, dia menuturkan, ada kompensasi yang secara spesifik disalurkan untuk kebutuhan yang terkait kesejahteraan masyarakat, misalnya pendidikan dan kesehatan. "Jadi, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar itu akan menjadi bagian dari kompensasi itu," kata Bambang.

Alasan lainnya, skema pemberian kompensasi BBM kali ini pun berbeda dari sebelumnya. Pemerintah akan mengurangi pemberian uang cash secara fisik. "Jadi, kita sudah saatnya menggunakan e-money dan rekening bank," ucap dia lagi.

Dengan skema baru ini, pemerintah ingin mendorong financial inclusion. Mantan Wakil Menteri Keuangan itu pun menyampaikan, dengan dikirim melalui e-money, pemerintah tidak lagi butuh waktu panjang untuk menyalurkan uang cash. Pemerintah memanfaatkan penetrasi ponsel yang lebih tinggi dibanding penetrasi perbankan untuk menyalurkan kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Nah di situlah e-money menjadi penting. Karena bagaimana menngirim ke ponsel, tapi uangnya uang fisik. Jadi, ini harus e-money. Tapi, untuk membuat keluarga yang menerima itu juga bisa lebih bijak menggunakan uangnya, dibuatkanlah tabungan," ujar Bambang.

Dengan tabungan itu, imbuh dia, diharapkan tidak begitu saja uang tersebut dipakai untuk membeli rokok, membeli pulsa, atau membeli hal-hal yang tidak produktif. Uang bantuan benar-benar diarahkan untuk kepentingan pokok dari keluarga tersebut.

"Kira-kira itu yang membuat kompensasi sekarang ini lebih baik daripada yang dulu," kata Bambang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.