Dalam 5 Tahun, Rp 1.600 Triliun "Dibakar" untuk BBM Bersubsidi

Kompas.com - 31/10/2014, 13:32 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
Penulis Tabita Diela
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, subsidi bahan bakar minyak (BBM) harus dialihkan untuk yang produktif. Selama ini dengan adanya subsidi, BBM cenderung digunakan untuk konsumtif.

"Subsidinya yang dibakar secara tidak produktif itu melebihi yang seharusnya bisa dipakai untuk bangun jembatan, puskesmas, irigasi, kesehatan, jadi yang akan kita lakukan adalah menggeser subsidi yang tadinya konsumtif jadi produktif. Supaya ekonomi bisa dibangun," ujar Sudirman, konferensi pers di City Plaza, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Sudirman menyatakan, nilai subsidi BBM yang begitu besar seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Anda bisa bayangkan, lima tahun terakhir kita keluarkan Rp 1.600 triliun, Rp 1.300 triliun, untuk subsidi. Sementara untuk kesejahteraan.pendidikan hanya Rp 600 triliun. Kalau digabung dengan infrastruktur sekalipun hanya Rp 1.200 triliun," sebutnya.

"Kalau hanya dilekatkan pada produk kemudian dibakar di jalanan, rasanya masih banyak orang yang lebih berhak," tambah Sudirman.

Dengan pengalihan subsidi tersebut, otomatis harga BBM bersubsidi akan naik. Terkait dengan rencana kenaikan BBM, Sudirman mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan distribusi BBM, sebagai langkah antisipasi terjadinya pembelian yang berlebihan menjelang kenaikan.

"Pertamina sudah lapor kemarin, mereka sudah mulai bekerja cek seluruh stok di seluruh titik distribusi. In Sya Allah aman. Kalau pun ada rush biasanya hanya psikologis saja. Langkahnya tentu pengawasan diperhatikan," ujarnya.

Adapun mengenai besaran kenaikan BBM, Sudirman mengungkapkan, hal tersebut berada di luar kapasitasnya sebagai menteri. "Yang menentukan angka bukan menteri ESDM," katanya.

baca juga: Kartu Indonesia Sehat untuk Kompensasi Kenaikan Harga BBM BersubsidiDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Spend Smart
Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Whats New
Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Whats New
Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Whats New
Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Whats New
UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

Smartpreneur
KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

Rilis
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Whats New
Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Whats New
Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Rilis
Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Whats New
Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.