Susi Heran Ikan Impor Melenggang Mulus, Ikan di Laut Sendiri Kena Pajak

Kompas.com - 03/11/2014, 15:12 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengakui bahwa saat ini sektor kelautan dan perikan nasional memiliki banyak masalah. Salah satunya adalah pajak retribusi yang dikenakan bagi nelayan.

Dia heran, mengapa ikan impor justru mampu melenggang tanpa terkena pajak, sementara ikan yang ditangkap di laut negeri sendiri harus terkena pajak. "Ikan import tidak kena pajak, tapi ikan tenggiri dari Cilacap ke Jakarta Kenapa pajak 10 persen," ujar Susi saat menggelar jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (3/11/2014).

Susi menuturkan, perbedaan nasib ikan impor dan lokak itu tentunya berdampak kepada pendapatan nelayan. Pasalnya, dengan pajak 10 persen itu nelayan akan mengalami kerugian. Mantan bos Susi Air itu bercerita mengenai kunjungan ke kampungnya di Pangandaran, Jawa Barat. Dalam kunjungannya itu Susi mengaku dihadapkan pada keluh kesah para nelayan di sana.

"Kemarin (ketika kunjungan ke Pangandaran) ada tanya jawab dengan nelayan, mereka harus bayar PPN, PPH dan retribusi," kata Susi.

Oleh karena itu lanjut Susi, dirinya sudah menyerahkan moratorium mengenai pajak tersebut kepada Menko Hukum dan Ham (Menkumham). Dia berharap dalam waktu dekat moratorium tersebut sudah ditandatangani Menkumham sehingga mampu segera diterapkan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X