Jokowi Pusing, Subsidi BBM Rp 714,5 Triliun Habis Dibakar dalam 5 Tahun!

Kompas.com - 04/11/2014, 13:36 WIB
Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan Gubernur, Kapolda, Kabinda di Istana Negara, Selasa (4/11/2014). Sabrina Asril/KOMPAS.comPresiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan Gubernur, Kapolda, Kabinda di Istana Negara, Selasa (4/11/2014).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo mengungkapkan, persoalan subsidi bahan bakar minyak (BBM) sudah membebani anggaran negara. Menurut dia, tidak ada di dunia ini yang anggarannya lebih banyak untuk subsidi dibandingkan untuk pembangunan, kecuali di Indonesia.

Jokowi menyebutkan, saat ini subsidi energi mencapai Rp 330 triliun. Dengan menggunakan sebuah diagram, Jokowi menunjukkan betapa anggaran negara habis juga untuk subsidi lainnya, seperti dana desa sebesar Rp 437 triliun, subsidi LNG Rp 4,21 triliun, subsidi elpiji Rp 55,1 triliun, dan subsidi listrik Rp 68,69 triliun.

"Inilah yang sangat memberatkan posisi anggaran kita. Ruang fiskal anggaran kita sempit sekali. Belum lagi bayar utang Rp 400 triliun," ucap Jokowi di Istana Negara, Selasa (4/11/2014).

Jokowi juga menyebutkan, selama lima tahun ini, negara harus mengeluarkan dana sebesar Rp 714,5 triliun. "Kita bakar, hilang Rp 714,5 triliun, selama lima tahun. Bandingkan dengan kesehatan hanya Rp 202,6 triliun, coba Bapak Ibu semuanya membandingkan. Infrastruktur juga Rp 577,9 triliun. Kalah juga dengan subsidi BBM," keluh Jokowi.

"Tiap hari kita membakar, membakar begitu terus, dan yang justru sangat penting untuk kesehatan, infrastruktur, jauh dengan subsidi BBM itu. Inilah yang harus kita ubah," papar Jokowi.

Menurut dia, tidak ada negara lain yang menghabiskan sebagian besar anggarannya hanya untuk subsidi. Padahal, lanjut Jokowi, subsidi BBM itu hanya dirasakan kelas masyarakat menengah dan atas.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X