Pertamina Tak Tahu Alasan Pemerintah Minta Impor Minyak dari Angola

Kompas.com - 09/11/2014, 14:55 WIB
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Muhamad Husen KOMPAS.com/ Yoga SukmanaPelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Muhamad Husen
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Muhamad Husen mengaku tidak mengetahui mengapa pemerintah meminta Pertamina untuk bekerjasama dengan Sonangol EP, Perusahaan minyak asal Angola terkait impor BBM.

"Kami juga enggak tahu," ujar Muhamad Husen saat berbincang bersama wartawan di salah satu restoran di kawasan Blok M, Jakarta, Minggu (9/11/2014).

Dia menuturkan, meskipun tidak mengetahui Sonangol EP, tetapi Pertamina mengetahui bahwa Angola memiliki produksi minyak yang cukup besar. Husen pun menyebut Angola saat ini sudah mampu memproduksi 1,6 juta barel minyak per hari.

Menurut dia, kerjasama dengan Sonangol EP baru sebatas MoU. Dia pun enggan menyebutkan bagaimana teknis kerjasama tersebut lantaran masih menunggu pertemuan selanjutnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menunjuk Sonangol EP sebagai pemasok sebagian kebutuhan minyak Indonesia, mengurangi peran Petral. Akhir Oktober lalu, kesepakatan itu sudah diteken antara Pertamina dan Sonangol.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh pun mengaku bahwa dia menjadi pembisik utama nama Sonangol EP ke telinga Jokowi. Pendiri Partai Nasdem itu tak menampik kabar itu bahkan dia mengakui menyarankan Presiden Jokowi agar Pertamina bekerjasama dengan Sonangol. "Tapi saran kecil saja," ujar Surya kepada Kontan di Kantor Partai Nasdem, Jakarta, Kamis (6/11/2014), dengan nada merendah.

Kendati melibatkan PT Surya Energi Raya, perusahaan minyak miliknya, dalam mempertemukan Pertamina dan Sonangol, Surya Paloh membantah dirinya memiliki kepentingan bisnis dalam impor minyak Angola. "Saya hanya memperkenalkan mereka. Setelah itu tak ada hubungan lagi," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X