Pengadilan Kabulkan Pemohonan PKPU Bakrie Telecom

Kompas.com - 11/11/2014, 10:54 WIB
Bakrie Telecom ESIABakrie Telecom
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Pusat yang diketuai Jamaludin Samosir mengabulkan permohonan restrukturisasi utang atau Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) yang diajukan kreditornya, yakni PT Netwave Multi Media (NMM).

"Mengabulkan permohonan PKPU sementara selama 30 hari sejak tanggal yang diucapkan putusan," kata Jamaludin saat membacakan amar putusan, di PN Jakarta Pusat, Senin (10/11/2014) kemarin.

Majelis hakim menilai, permohonan PKPU yang diajukan PT NMM telah memenuhi persyaratan dan menemukan bukti adanya utang BTEL kepada NMM yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih sebesar Rp 4,73 miliar.

Selain itu, Jamaludin juga menunjuk Titik Tedjaningsih,  hakim di PN Jakarta Pusat,  sebagai hakim pengawas. Majelis hakim juga mengangkat William Eduard Daniel dan Imran Nating sebagai pengurus PKPU.

Kuasa hukum BTEL, Aji Wijaya mengaku terkejut atas putusan hakim yang menetapkan PKPU sementara selama 30 hari. Aji Wijaya menilai majelis hakim tidak menjelaskan pertimbangannya karena proses PKPU lazimnya diberikan waktu selama 45 hari.

"Yang telah kami sampaikan adalah ringkasan rencana perdamaian, mungkin majelis berpikir kami sudah siap, sehingga PKPU dipercepat. Tapi itu terlalu singkat," kata Aji.

BTEL akan melihat lebih dahulu rapat kreditor yang waktunya akan ditentukam hakim pengawas nanti, yakni oleh hakim pengawas Titik Tedjaningsih. Aji bilang, dia akan bekerja keras untuk mencapai perdamaian dan untuk mendapatkan dukungan dari krediturnya, yakni NMM.

Kuasa hukum NMM, Sandra Nangoi mengatakan, pihaknya akan mengikuti prosedur lanjutan dan akan mempersiapkan proposal lanjutan yang lebih terperinci dalam proses PKPU tersebut.

NMM mengajukan permohonan PKPU terhadap BTEL sejak 23 Oktober 2014 lantaran BTEL tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar biaya perangkat infrastruktur telekomunikasi sebesar Rp 54 juta per bulan terhitung sejak masa sewa tahun 2012 jatuh tempo pada Mei 2014.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X