Presiden Jokowi Disarankan Menaikkan Harga BBM Rp 2.500

Kompas.com - 13/11/2014, 09:40 WIB
SPBU di Otista, Jakarta Timur. Nadia ZahraSPBU di Otista, Jakarta Timur.
Penulis Tabita Diela
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com- Ekonom Universitas Gadjah Mada, sekaligus Komisaris Independen PermataBank Tony Prasetiantono menyarankan agar Pemerintahan Joko Widodo Jusuf Kalla hanya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.500. Menurut Tony, kenaikan harga sebesar itu membuat bank sentral tidak perlu menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) yang pada akhirnya akan memperketat likuiditas perbankan.

"Santer terdengar tambahan beban Rp 3.000 per liter untuk BBM bersubsidi. Kalau saya hitung, harga eceran di atas Rp 9.000 membuat inflasi mencapai 8 persen. Saya usul, sebaiknya kenaikan harga BBM tidak Rp 3.000 tapi maksimum Rp 2.500," tutur Tony di Jakarta, Rabu (12/11/2014).

"Kalau naik Rp 2.500, inflasi hanya 7 persen, ini tidak perlu menaikkan BI Rate. Secara psikologi, lebih baik. Kalau kapannya pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, terserah," ucapnya.

Adapun mengenai waktu kenaikan, menurut Tony, hal itu terserah kepada pemerintah.

"Terserah, tapi November adalah waktu yang tepat. Desember juga tidak apa-apa. Asal jangan Januari, karena hujan, banjir, macet, distribusi terganggu," ujar Tony.

Tony juga mengatakan, berapa pun dan kapan pun kebijakan kenaikan harga BBM tersebut dilakukan, langkah tersebut sudah memberikan sinyal positif kepada investor.

Alokasi dana sebesar Rp 263 triliun untuk subsidi yang selama ini dianggap salah tempat, bisa lebih produktif. "Bagi investor, itu psikologis yang baik," katanya.

baca juga: Ini Komentar JK Mengenai Permintaan Menteri Susi soal BBM Bersubsidi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X