Kompas.com - 19/11/2014, 07:57 WIB
Menteri Perdagangan berdialog dengan pedagang saat melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (1/1/2014) dini hari. Bersamanya juga ada Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Puspayoga . Kompas.com/Yoga SukmanaMenteri Perdagangan berdialog dengan pedagang saat melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (1/1/2014) dini hari. Bersamanya juga ada Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Puspayoga .
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tidak akan mentoleransi praktik-praktik spekulasi di tengah-tengah naiknya sejumlah bahan kebutuhan pokok akibat pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menteri Perdagangan Rahmat Gobel berjanji akan menindak tegas praktik-praktik spekulasi itu.

Kepada wartawan di kantor Wakil Presiden RI, di Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2014), Rahmat mengaku sudah melakukan sosialisasi pada sejumlah pedagang grosiran untuk tidak melakukan penimbunan.

"Dari pusat selalu berkoordinasi dengan BIN (Badan Intelijen Nasional--red) dan Polri. Jangan sampai (spekulan) ganggu ikut menambah masalah di pasar," katanya.

Mendag mengaku juga sudah memerintahkan jajarannya di daerah, untuk terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar pascakenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000.

Kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi itu, kata dia membuat harga sejumlah bahan kebutuhan pokok naik sekitar 1-2 persen, salah satu yang terdampak adalah cabai. Namun ada juga bahan pokok yang turun, salah satunya adalah daging sapi.

Ia mengatakan, naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masih dalam taraf yang bisa dikendalikan. Kenaikan itu sudah diperhitungkan pemerintah, karena merupakan dampak dari naiknya ongkos transportasi setelah harga BBM bersubsidi naik.

Mendag juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan transportasi bahan-bahan kebutuhan pokok diprioritaskan. Sehingga ketersediaannya sampai akhir tahun ini terjamin.

"Kalau tetap mengambil manfaat dari keputusan kemarin yang berlebihan, tentu kami akan lakukan tindakan," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Targetkan Capai 1 Juta Jargas, Ini Strategi Bisnis dan Pemasaran Subholding Gas Pertamina

Targetkan Capai 1 Juta Jargas, Ini Strategi Bisnis dan Pemasaran Subholding Gas Pertamina

Whats New
Penjelasan Sri Mulyani soal Rencana Kenaikkan Tarif Listrik Golongan 3.000 VA ke Atas

Penjelasan Sri Mulyani soal Rencana Kenaikkan Tarif Listrik Golongan 3.000 VA ke Atas

Whats New
Semua Pelaku Usaha Jasa Keuangan Harus Tunduk pada POJK Perlindungan Konsumen

Semua Pelaku Usaha Jasa Keuangan Harus Tunduk pada POJK Perlindungan Konsumen

Whats New
Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO Dinilai Sudah Tepat

Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO Dinilai Sudah Tepat

Whats New
Cek Daftar Pinjol Legal 2022 Terbaru, Jumlahnya Jadi 102

Cek Daftar Pinjol Legal 2022 Terbaru, Jumlahnya Jadi 102

Whats New
Tekan Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000, Bulog Diminta Cadangkan Pasokan

Tekan Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000, Bulog Diminta Cadangkan Pasokan

Whats New
Dilema Negara Hadapi Ketidakpastian Global, Kendalikan Inflasi atau Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi

Dilema Negara Hadapi Ketidakpastian Global, Kendalikan Inflasi atau Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi

Whats New
BPJT: MLFF Diterapkan Bertahap di Beberapa Ruas Tol Akhir 2022

BPJT: MLFF Diterapkan Bertahap di Beberapa Ruas Tol Akhir 2022

Whats New
Video Viral Denda Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 30 Juta, Ini Solusi dan Syarat untuk Meringankan Peserta

Video Viral Denda Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 30 Juta, Ini Solusi dan Syarat untuk Meringankan Peserta

Whats New
Sektor Teknologi Masih Tertekan, Bagaimana Prospek Saham GOTO dan BUKA?

Sektor Teknologi Masih Tertekan, Bagaimana Prospek Saham GOTO dan BUKA?

Earn Smart
Alasan Ekspor Minyak Goreng Dicabut: Harganya Sudah Turun Jadi Rp 17.200

Alasan Ekspor Minyak Goreng Dicabut: Harganya Sudah Turun Jadi Rp 17.200

Whats New
Rupiah dan IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Whats New
Lanjutkan Skema Pembayaran Prioritas, Nasabah Wanaartha Life Belum Puas

Lanjutkan Skema Pembayaran Prioritas, Nasabah Wanaartha Life Belum Puas

Whats New
Sri Mulyani Sebut RI Waspada Potensi Stagflasi, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Sri Mulyani Sebut RI Waspada Potensi Stagflasi, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Whats New
Dukung Net Zero Emission, PT SMI Gunakan Mobil Listrik

Dukung Net Zero Emission, PT SMI Gunakan Mobil Listrik

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.