Pertamina Sayangkan Mobil Mewah Masih Tenggak Premium

Kompas.com - 22/11/2014, 20:20 WIB
Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-10206, Jakarta, Jumat (12/4/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOAktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-10206, Jakarta, Jumat (12/4/2013).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- PT Pertamina (Persero) menyayangkan masih banyaknya mobil-mobil mewah yang mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium. Premium, menurut Media Officer Pertamina Marlo Dieja,  merupakan BBM bersubsidi yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu.

"Saya sering lihat mobil Alphard, Merci (Mercedes -red) pakainya premium, padahal harusnya kan pakai pertamax," ujar Marlo dalam acara Kompasianival 2014 di Gedung Sasono Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (22/11/2014).

Dia mengatakan, sebenarnya dalam buku panduan pembelian mobil sudah bisa diketahui bahan bakar seperti apa yang cocok bagi tiap kendaraan. Sayangnya kata Marlo, banyak memiliki kendaraan yang mengabaikan hal itu dan memilih menggunakan Premium yang memiliki oktan 88.

"Prinsipnya sih kalau mobil baru tahun 2000 ke atas, idealnya apakah oktannya tinggi. Itu sudah ada sebenarnya dalam buku panduannya," kata dia.

Pertamina menganjurkan pengguna kendaraan untuk tidak mencampurkan pertamax dan premium. pasalnya, hal itu bisa berdampak negatif kepada mesin kendaraan.

baca juga: Harga Pertamax Turun Menjadi Rp 9.950Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.