UMKM Masih Ragu Pinjam Modal ke Bank

Kompas.com - 25/11/2014, 12:32 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorErlangga Djumena

NUSA DUA, KOMPAS.com - Banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih ragu-ragu meminjam dana ke Bank untuk modal usahanya. Survei yang dilakukan bidang edukasi dan perlindungan konsumen Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan, hanya 7 persen UMKM dengan dana terbatas yang memutuskan untuk meminjam uang ke Bank untuk memuluskan jalannya bisnis perusahaan.

Komisoner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S Soetiono menjelaskan, selain jaminan yang tidak mampu dipenuhi, banyak UMKM juga enggan menggunakan jasa Bank karena persyaratan yang rumit.

"Mereka (UMKM) susah mengakses karena persyaratan dokumen yang harus diisi, tanda pengenal yang harus diserahkan, syarat itu membuat mereka ragu," kata Kusumaningtuti di sela-sela Internatisonal Seminar on Financial Literacy, di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/11/2014).

Pada akhirnya, banyak UMKM yang meminjam modalnya dari sumber lain, yakni sebesar 26,4 persen. UMKM juga banyak yang memutuskan untuk memotong pengeluaran usaha (14,7 persen) dan pengeluaran rumah tangga (11,4 persen).

Untuk itu, lanjut Kusumaningtuti, proses peminjaman modal di Bank harus disederhanakan, khususnya untuk UMKM. Menurut dia, OJK akan mendorong Bank untuk segera menerapkan hal itu.

"Proses ini harus di-simplify. Dengan kemarin POJK (Peraturan-OJK) laku pandai, akan ada layanan keuangan tanpa kantor. Nanti akan ada agen-agen Bank yang mendatangi UMKM itu," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X