Havas Oegroseno: Minyak Sawit Indonesia "Diserang" dari Lima Penjuru

Kompas.com - 28/11/2014, 00:04 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANDUNG, KOMPAS, com - Industri kelapa sawit nasional menghadapi tantangan besar di tengah persaingan usaha crude palm oil (CPO). Produk CPO Indonesia sekarang diserang dari lima penjuru.

"Minyak kelapa sawit kita ini satu-satunya komoditas yang diserang dari lima penjuru yaitu lingkungan hidup, biodiversity, kesehatan, pajak, dan anti-dumping," kata Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Luxemburg, dan Uni Eropa, Arif Havas Oegroseno, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/11/2014).

Ditemui seusai acara Indonesian Palm Oil Conference & Price Outlook (IPOC) 2014, Havas mengatakan "serangan" untuk industri sawit Indonesia itu datang dalam rupa kampanye hitam. Menurut dia, "serangan" itu datang karena CPO dari Indonesia berharga jauh lebih murah daripada harga minyak bunga matahari (sun flower oil) maupun minyak nabati lain produk Eropa.

Motif persaingan harga tersebut, lanjut Havas, diperparah pula dengan tambahan kampanye hitam dari lembaga swadaya masyarakat terhadap produk CPO Indonesia. Havas berpendapat, semua "serangan" ini harus dihadapi dengan gerakan bersama oleh seluruh pihak terkait di Indonesia untuk menyuarakan hal positif dari produk unggulan Indonesia itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.