Kompas.com - 01/12/2014, 14:51 WIB
Ilustrasi pabrik rokok KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOIlustrasi pabrik rokok
Penulis Tabita Diela
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) berarti peningkatan beban bagi industri padat karya, seperti industri rokok. Hal ini juga dialami oleh perusahaan produsen rokok berskala besar, Sampoerna.

"Total karyawan Sampoerna sekitar 85.000 orang. Sebanyak 80 persennya adalah ibu-ibu yang melinting rokok SKT (sigaret kretek tangan)," ujar Head of Regulatory Affairs and International Trade PT HM Sampoerna, Tbk, Elvira Lianita, Senin (1/12/2014), di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan.

Para pekerja ini tersebar di pabrik-pabrik Sampoerna di Indonesia. Sejauh ini, perusahaan tersebut telah memiliki lima pabrik rokok SKT di Surabaya, Malang, dan Probolinggo.

Selain itu, terdapat juga dua pabrik sigaret kretek mesin (SKM) di Karawang dan Pandaan serta satu pabrik rokok putih di Karawang. Fasilitas pabrik terbanyak yang dimiliki Sampoerna merupakan fasilitas pembuatan rokok kretek.

"Jadi, fasilitas rokok kretek linting kami lebih banyak, termasuk kerja sama dengan 38 mitra produksi sigaret yang memproduksi rokok linting juga," ujarnya.

PT HM Sampoerna Tbk mengklaim tidak keberatan mengikuti aturan tiap-tiap daerah. Elvira mengatakan, perusahaannya akan mengikuti besaran UMP yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing. Dia percaya, pemerintah sudah memiliki pertimbangan tersendiri.

"Kami mengikuti keputusan pemerintah. Kami percaya, pemerintah telah mempertimbangkan aspek penting dalam hal ini. Kami akan mematuhi," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.