EBA SP Diharapkan Mampu Sediakan Likuiditas untuk KPR

Kompas.com - 01/12/2014, 18:53 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan saat ini hanya ada satu perusahaan pembiayaan perumahan yang menerbitkan produk Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA SP).

Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal 1, Sardjito, mengungkapkan bahwa EBA SP bisa dimanfaatkan untuk membantu perbankan memperoleh likuiditas pembiayaan perumahan melalui pasar modal Khususnya, lewat proses sekuritisasi aset perbankan berkualitas tinggi.

Sejauh ini, satu-satunya perusahaan yang menerbitkan EBA adalah PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. Menurut rencana, setelah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 23/POJK.04/2014 resmi diterbitkan pada 19 November 2014 lalu, perusahaan itu akan segera memasarkan EBA SP pada 2015.

Sementara itu, Direktur Utama PT SMF, Raharjo Adisusanto, penerbitan EBA SP tersebut diharapkan bisa meningkatkan volume kredit pemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

"Hasil sekuritisasi jelas untuk meningkatkan volume KPR di Indonesia yang sangat besar. Perbankan yang memberikan KPR tidak perlu menunggu cicilan yang sangat panjang," tukas Raharjo Senin (1/11/2014).

Raharjo menyatakan bahwa salah satu alasan lambannya penyaluran KPR FLPP selama ini adalah sumber pendanaan KPR. Selama ini, pendanaan KPR berasal dari sumber dana jangka pendek, misalnya tabungan, deposito, dan giro yang termasuk dalam dana pihak ketiga (DPK). Padahal, KPR umumnya berbentuk kredit jangka panjang yang jatuh temponya antara 10 sampai 20 tahun.

"Perbedaan masa jatuh tempo tersebut menimbulkan kesenjangan antara sumber dan penggunaan dana. Melalui transaksi sekuritisasi, dana dari pasar modal yang bersifat jangka menengah atau panjang dapat diakses oleh sektor pembiayaan perumahan," ujarnya.

Sebelum POJK diterbitkan, PT SMF telah memfasilitasi penerbitkan EBA Tagihan KPR Bank BTN sebanyak enam kali sejak 2009. SMF berperan sebagai Penata Sekuritisasi, Pendukung Kredit, dan Investor. Bank bisa lebih banyak mengeluarkan KPR, khususnya KPR FLPP tanpa perlu memperoleh dana mahal dan berisiko tinggi.

"(EBA SP) meningkatkan pertumbuhan volume KPR di Indonesia. Karena multifinance dan perbankan tidak perlu menunggu cicilan kembali dengan waktu yang panjang. Bisa segera dapat likuiditas kembali dengan sekuritisasi. Kedua, perbankan mendapatkan dana. Sifatnya jangka panjang dan bunga tetap," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 'Drop Point' PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 "Drop Point" PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Whats New
Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Whats New
Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Rilis
Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Whats New
Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Whats New
HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

Whats New
Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Whats New
Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Whats New
Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Whats New
Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Whats New
HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

Whats New
Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Rilis
Luhut Nilai Peringatan HUT Ke-77 RI Sangat Spesial, Ini Alasannya

Luhut Nilai Peringatan HUT Ke-77 RI Sangat Spesial, Ini Alasannya

Whats New
Sandiaga Uno Ajak Investor Brunei Darussalam Tanam Investasi di 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK

Sandiaga Uno Ajak Investor Brunei Darussalam Tanam Investasi di 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK

Whats New
Segini Harga Pertalite jika Tidak Disubsidi Pemerintah

Segini Harga Pertalite jika Tidak Disubsidi Pemerintah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.