Garap Tambang Emas, Kalimantan Gold Kongsi dengan Surya Paloh

Kompas.com - 02/12/2014, 11:32 WIB
Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh Kompas.com / Dani PrabowoKetua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan tambang emas yang melantai di bursa Toronto, Kanada, Kalimantan Gold Corporation Limited berencana melakukan akuisisi 40 persen tambang emas Beutong di Aceh milik Tigers Realm Copper Pty Ltd, perusahaan asal Australia. Rencananya aksi akuisisi ini akan dituntaskan pada 9 Januari 2015 mendatang.

Dengan transaksi ini, Kalimantan Gold akan berkongsi dengan Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem dalam menggarap proyek tambang emas Beutong, Aceh. Pasalnya, selain dimiliki Tigres Realm Copper, 60 persen saham tambang tersebut juga dimilliki pemilik Media Group itu.

Country Manager Kalimantan Gold Mansur Geiger bilang, akuisisi itu tidak dilakukan melalui transaksi pembayaran sejumlah dana, tetapi melalui share swap. Jadi, untuk mendapatkan 40 persen saham Tigers Realm Copper di proyek emas Beutong, Kalimantan Gold akan menerbitkan  sebanyak 170,4 juta saham dan 14,6 juta warrant untuk Tigers. "Ini semacam merger atau gabungan dua perusahaan dan manajemen," ujar Mansur kepada Kontan, Minggu (30/11/2014).

Setelah penggabungan ini, kedua perusahaan akan bersama-sama mencari dana sebesar 3 juta dollar AS di pasar modal melalui private placement, oleh pemegang saham lama Kalimantan Gold. Dana hasil private placement tersebut akan digunakan untuk mendanai kegiatan pengeboran dan study metalurgi di wilayah prospek tambang emas.

Pertama, di Beruang Kanan Main Zone (BKM) milik Kalimantan Gold. Kedua, melanjutkan eksplorasi ke eksploitasi di proyek Beutong, Aceh.

Selain itu,  Tigers juga akan memberikan pinjaman kepada Kalimantan Gold untuk membiayai due diligence alias uji tuntas, dan  membayar biaya private placement. Utang ini akan dibayar kembali setelah dana berhasil diperoleh.

Tigers juga akan memberikan pinjaman 250.000 dollar AS bagi Kalimantan Gold untuk mempertahankan operasinya selama masa due diligence. Pinjaman ini juga akan dibayarkan kembali dengan dana yang didapatkan dari aksi private placement. Meski pun demikian, Kalimantan Gold memiliki hak unuk membayar utangnya itu dengan saham, jika modal yang didapatkan dari aksi private placement tidak mencukupi.

Langkah merger ini, kata Mansur dilakukan untuk mengatasi pasar komoditas emas yang memburuk ditengah penurunan harga emas di pasar internasional. Apalagi saat ini tambang emas milik Kalimantan Gold dan Tiger Realm Copper masih dalam tahap eksplorasi alias belum menghasilkan apa-apa. "Sumber daya kami masih awal sekali, dan karena itu bankability feasibility-nya masih jauh sekali," terang dia.

Setelah akuisisi ini dituntaskan, Direktur Tiger Realm Copper Tony Martini akan menjadi chairman dan chief executive Kalimantan Gold. Sementara Faldi Ismail yang saat ini menjadi Chairman and Chief Executive Kalimantan Gold akan menjadi direktur Kalimantan Gold.

Asal tahu saja proyek emas di Beutong memang sangat menjanjikan. Sumberdaya pada proyek Beutong ini diprediksi sebesar 93 juta ton, yang terdiri dari 1,24 miliar pounds tembaga, 373.000 ounces emas, 5,7 juta perak, plus sebanyak 20 juta pounds molibdenum.

Perlu diketahui, Kalimantan Gold bersama Freeport McMoRan Copper & Gold (FCX) pernah membentuk anak usaha bernama PT Kalimantan Surya Kencana. FCX memiliki saham 49 persen di perusahaan ini dan 51 persen dikuasai Kalimantan Gold. Januari 2014, FCX keluar dari proyek kongsi itu karena ingin fokus ke tambang Grasberg Papua.  (Agustinus Beo Da Costa)



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X