Kompas.com - 04/12/2014, 08:27 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Tekanan pelemahan diproyeksikan masih mewarnai nilai tukar rupiah, Kamis (4/12/2014). Intervensi Bank Indonesia diharapkan dapat menahan pelemahan lebih dalam mata uang garuda.

Indeks dollar AS terus menguat seiring pasar menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB). Data AS yang diumumkan semalam tidak sepenuhnya baik tetapi indeks dollar AS menguat.

Menjelang pertemuan ECB nanti malam, euro tertekan dengan investor yang berharap stimulus tambahan melihat data ekonomi Zona Euro yang masih buruk.  Selain itu initial jobless claims AS ditunggu, diperkirakan turun.

Rupiah kembali tertekan, BI pun aktif masuk ke pasar atau melakukan intervensi. Rupiah melemah hingga kemarin sore bersama beberapa mata uang lain di Asia. Otoritas BI menyatakan telah melakukan intervensi untuk mengurangi tekanan pelemahan.

Riset Samuel Sekuritas Indonesia menyatakan rupiah diperkirakan masih akan berada dalam tekanan pelemahan walaupun ruang depresiasi sudah semakin terbatas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X