Intrepid Enggan Bisnis Tambang di Indonesia

Kompas.com - 04/12/2014, 11:31 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Sengketa pengelolaan areal konsesi tambang Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur membuat Intrepid Mines Ltd kapok. Perusahaan asal Australia ini akhirnya memilih angkat kaki dan enggan melirik potensi tambang di Indonesia. Intrepid memutuskan keluar setelah ada perdamaian antara PT Indo Multi Niaga dan PT Bumi Sukses Indo, awal tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Tony Wenas, mantan Executive General Manager Intrepid Mines. "Intrepid sudah pergi dari Indonesia, mereka tidak ingin lagi berbisnis di sini," kata Tony kepada Kontan, Selasa (2/12/2014).

Sekadar catatan, sengkarut tambang emas di Banyuwangi bermula saat Intrepid melakukan perjanjian bersama Indo Multi Niaga pada tahun 2007. Intrepid bersedia mengeluarkan investasi untuk kegiatan eksplorasi dengan perjanjian memiliki saham IMN 80 persen. Mereka mengklaim telah menggelontorkan dana senilai 102 juta dollar AS untuk kegiatan eksplorasi tambang itu.

Setelah proyek berjalan, Indo Multi malah menjual kepemilikan 80 persen sahamnya ke empat investor lain, yakni PT Cinta Kasih Abadi, PT Selaras Karya Indonesia, Andreas Tjahjadi serta Rahmad Deswandy. Persoalan makin ruwet saat pemda mengalihkan kepemilikan konsesi izin usaha pertambangan (IUP) dari Indo Multi kepada PT Bumi Sukses Indo yang merupakan perusahaan milik taipan Edwin Soeryadjaya, pendiri Saratoga Group.

Kemudian Intrepid membawa kasus ini ke pengadilan tata usaha negara (PTUN) menyoal pengalihan IUP, melaporkan pemilik Indo Multi, serta melaporkan ke Badan Arbitrase Internasional. Singkat cerita, persoalan mereda setelah kedua pihak menggelar pertemuan. Intrepid diberikan hak kepemilikan Bumi Sukses selaku pemegang IUP sebesar 15 persen saham di Tumpang Pitu.

Nah, sejumlah saham tersebut langsung dilepas ke Kendall Court Sumber Daya Investments Ltd senilai 80 juta dollar AS. "Walaupun kompensasinya tidak sesuai dengan biaya yang kami keluarkan, persoalan selesai," kata Tony, yang juga Wakil Ketua Indonesian Mining Association (IMA).

Tambang Tujuh Bukit di Tumpang Pitu mencakup wilayah 11.621 hektare. Areal tambang ini kabarnya  memiliki deposit endapan porphyry dan ore sebesar 1,9 miliar ton. Adapun kandungan tembaganya sebesar 0,45 persen dan kandungan emas 0,45 gram per ton. Saat ini, Bumi Sukses tengah bersiap membangun fasilitas produksinya.

Namun hingga saat ini belum jelas kapan tambang di Tumpang Pitu ini bisa menghasilkan produksi tembaga maupun emas. Mari kita tunggu realisasinya. (Muhammad Yazid)

Baca juga: Intrepid Mengaku Telah Investasi 95 Juta Dollar AS

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X