Jonan: Buat Apa Tim Khusus kalau Hanya "Nongkrong, Ngopi-ngopi, dan Ngerokok"

Kompas.com - 09/12/2014, 12:33 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan enggan membentuk tim khusus untuk menyelesaikan berbagai masalah transportasi nasional. Menurut dia, akan sangat percuma apabila tim khusus nantinya tidak menghasilkan sesuatu yang konkret.

"Saya enggak bikin tim, pusing nanti kalau bikin tim. Kalau bikin tim, mereka hanya nongkrong, ngopi, ngerokok. Udah diskusi saja pendek-pendek. Kalau diskusinya panjang enggak selesai (masalahnya)," ujar Jonan di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Menurut dia, langsung melakukan eksekusi lebih penting daripada banyak diskusi tetapi hasil diskusinya tidak menyelesaikan masalah.

Lebih lanjut, kata Jonan, alasannya tidak membentuk tim khusus adalah karena Kemenhub sendiri sudah memiliki struktur kementerian yang lengkap, mulai dari dirjen Perhubungan Darat, Perhubungan Laut, Perhubungan Udara, hingga Dirjen Perkeretaapian.

"Sangat lengkap, ada empat dirjen, Kabag Litbang juga. Sekarang kalau ada hal-hal baru, saya mendingan ke kabag Litbang. Jadi kabag Litbang itu ada kerjanya, enggak ngelamun," kata dia.

Jonan pun berpesan kepada semua pegawai Kemenhub untuk tidak bertele-tele dalam merumuskan solusi atas masalah di semua sektor perhubungan. Pasalnya, kata dia, Presiden Joko Widodo lebih senang langsung ke sasaran dalam menyelesaikan masalah yang ada.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X