Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ILO Minta Buruh di Indonesia Tak Demo Turun ke Jalan

Kompas.com - 11/12/2014, 17:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Guy Rydermeyakini masalah upah buruh di Indonesia bisa diselesaikan dengan cara duduk bersama antara pemerintah, karyawan dan perusahaan.

“Kebetulan saya datang ke Jakarta kemarin bersamaan dengan aksi unjuk rasa buruh yang cukup besar. Tetapi masalahnya, apakah unjuk rasa merupakan cara terbaik untuk menuntut upah?” ucap Guy Ryder kepada Timothy Marbun dari Kompas TV, dalam wawancara khusus di Jakarta, Kamis (11/12/2014).

Untuk menyelesaikan masalah pengupahan, menurut Guy Ryder, cara terbaik adalah melalui pertemuan rutin antarapemangku kepentingan. “Jadi tidak perluturun kejalan, tetapi pertemuan dalam sebuah ruangan,” kata Guy Ryder.

Untuk itu, sudah menjadi tugas ILO untuk membantu mempertemukan ketiga pihak  tersebut, sekaligus membantu mencarikan solusi terbaik. Meski begitu, Guy Rider tidak dapat menjamin formulasi itu selalu ampuh.
“Jika Anda bertanya  apakah ada formulasi terbaik supaya berhasil? Jawabannya adalah tidak. Karena setiap negara punya cara pandang berbeda dalam menjalankan kebijakan soal penyelesaian perburuhan. Tetapi Indonesia juga bisa meniru pengalaman negara lain,” urai Guy Ryder.

Kedatangan Direktur Jendral ILO Guy Ryder ke Indonesia, pada 10–13 Desember 2014 adalah yang pertama kalinya. Dia dijadwalkan akan bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla, Kementerian Tenaga Kerja, Asosiasi Pengusaha serta Konfederasi Serikat Pekerja.

Lebih lengkap mengenai apa saja formulasi ILO untuk membantu menyelesaikan masalah upah dan perburuhan di Indonesia, ikuti selengkapnya dalam wawancara khusus Timothy Marbun dari Kompas TV dan Dirjen ILO Guy Ryder, dalamProgram Kompas Petang, Kamis 11 Desember 2014, pukul 16.30 – 18.30. (AlwiyahHusin/Kompas TV)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com