Kompas.com - 14/12/2014, 11:17 WIB
|
EditorErlangga Djumena

KOMPAS.com
- Batik, bukan hanya dominasi orang Jawa daratan. Di ujung Madura, tepatnya di Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, batik menjadi salah satu warisan budaya yang menyimpan nilai-nilai ekonomis tersendiri.

Di Tanjung Bumi ini memang banyak terdapat usaha kecil menengah (UKM) kerajinan batik, salah satunya Jokotole. Di tempat ini, ada empat perempuan yang bertugas menutup warna, dan dua orang yang bertugas menjemur. Sebanyak 22 perempuan lainnya tergabung dalam komunitas Jokotole, sebagai mitra.

Pemilik Jokotole, Uswatun Hasanah memang belum begitu lama memulai usaha ini, yakni pada 2011 lalu. "Batik inilah yang menjadi aset Bangkalan. Tapi pada waktu itu banyak yang berhenti membatik. Alasannya, sudah dibikin tapi tidak ada yang beli. Saya bilang, sudah kita bikin lagi, nanti pemasarannya saya bantu," kata Uswatun, Sabtu (13/12/2014).

Akhirnya, puluhan perempuan di Tanjung Bumi saat ini kembali berkarya, menghasilkan batik khas Bangkalan.

Sama seperti daerah-daerah lain, batik Bangkalan juga memiliki kekhasan, misalnya dalam corak dan warna. Uswatun mengatakan, merah, hijau, kuning, dan biru adalah warna khas batik Madura umumnya, termasuk di Bangkalan ini. Sementara itu corak yang umum adalah akar-akaran dan sik malaya.

Warna hijau mencerminkan sisi-sisi religi masyarakat Madura, sedangkan warna kuning melambangkan padi yang menguning. Adapun warna biru menunjukkan bahwa wilayah Madura dikelilingi oleh lautan biru. "Warna merah melambangkan keberanian, tapi bukan dalam konotasi yang negatif. Maksudnya adalah berani mempertahankan harga diri," ucap dosen kewirausahaan di Universitas Trunojoyo itu.

Batik Gentongan
Setiap bulan, bengkel Jokotole mampu menghasilkan 300 hingga 500 lembar batik. Sama seperti batik pada umumnya, proses pengerjaan batik biasa memakan waktu paling lama satu minggu. Dimulai dari melajur atau membuat pola, lalu mewarnai, melilin, melorot, mencelup, melorot lagi, lalu mencelup lagi, dan baru kemudian menjemur, satu lembar batik berukuran 220x110cm dibanderol Rp 200.000.

Namun, lain halnya dengan batik gentongan. Uswatun menuturkan, perbedaannya terletak pada proses perendaman. Batik gentongan yang menggunakan pewarna alami, seperti akar-akaran direndam dalam gentong terlebih dahulu. "Prosesnya pun memakan waktu 2 hingga 6 bulan," imbuh Uswatun.

Ekspor ke Jepang
Lamanya proses pengerjaan batik gentongan, menjadikan harganya pun jauh lebih tinggi dibanding batik Bangkalan biasa. Jika batik biasa dihargai Rp 200.000 per lembar, dengan ukuran sama maka batik gentongan dihargai paling murah Rp 1 jutaan.

Uswatun mengatakan, meski mahal, nyatanya beberapa pembeli kepincut memiliki batik gentongan. Tak hanya kalangan tertentu pasar domestik saja, tapi juga orang-orang Jepang, China, dan Malaysia.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stakeholder Adalah: Definisi, Jenis, Peran, Fungsi, dan Contohnya

Stakeholder Adalah: Definisi, Jenis, Peran, Fungsi, dan Contohnya

Earn Smart
Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat HP dengan Mudah

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat HP dengan Mudah

Spend Smart
Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Rilis
Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Whats New
Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Spend Smart
Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Whats New
Perkuat Ekosistem 'Cashless', BNI Gandeng Indomaret

Perkuat Ekosistem "Cashless", BNI Gandeng Indomaret

Whats New
Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

Spend Smart
Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Whats New
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Whats New
Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Rilis
Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Whats New
Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Whats New
Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

Earn Smart
7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.