Batik Madura "Jokotole" Merambah Jepang

Kompas.com - 14/12/2014, 11:17 WIB
Batik madura. DOK INDONESIA.TRAVELBatik madura.
|
EditorErlangga Djumena

Uswatun mengaku, sejak mengikuti program Wira Usaha Bank Indonesia (WUBI) 2014, omzetnya melejit menjadi Rp 106 juta per bulan, dari sebelumnya Rp 22 juta per bulan pada 2011. "Tapi itu baru untuk batik biasa yang kita produksi rutin untuk dijual oleh reseller. Belum termasuk batik gentongan, karena batik gentongan bikinnya by order," lanjut dia.

Dia menambahkan, pelatihan dan promosi yang didapatnya dari program WUBI jauh lebih bermanfaat ketimbang bantuan permodalan. Sebab, dari kegiatan tersebut, Uswatun bisa berkenalan dengan buyers potensial. Meski terbantu program WUBI dari sisi pemasaran, Uswatun menuturkan, pengurusan izin ekspor masih menjadi kendala.

"Mengurus perizinan untuk ekspor ke Malaysia ribet, bolak-balik ke kelurahan, ke kecamatan. Masing-masing dimintain," kata dia.

Untuk menyiasati perizinan yang rumit, Uswatun meminjam bendera rekannya untuk melakukan kegiatan ekspor. Produk Jokotole pun mulai merambah pasar manca sejak September 2014 lalu. "Pertama ekspor ke Jepang 60 potong. Malaysia lebih dari 100 potong. China baru 50-an potong, karena kita baru pengenalan ke mereka," tukas Uswatun.

baca juga: Kalahkan Doktor Lulusan Oxford, Kakak Adik Ini Mendunia

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X