Pemerintah Jajaki Pemberian KUR untuk TKI

Kompas.com - 16/12/2014, 09:45 WIB
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta, Jumat (5/12/2014). Nusron melakukan diskusi dengan KPK terkait tata kelola TKI. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA DANY PERMANAKepala Badan Nasional Penempatan dan Perindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta, Jumat (5/12/2014). Nusron melakukan diskusi dengan KPK terkait tata kelola TKI. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengungkapkan, pemerintah sedang menjajaki pemberian kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pasalnya kata dia, para pahlawan devisa tersebut selalu dibebani biaya mahal saat keberangkatan ke negara tempat mereka bekerja.

"TKI kena beban biaya ke Taiwan saja yang top markotop bisa Rp 17 Juta sampai Rp 18 Juta untuk berangkatnya," ujar Nusron di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (15/12/2014).

Lebih lanjut kata dia, untuk mendapatkan ongkos keberangkatan tersebut para TKI banyak yang harus meminjam dari pihak tertentu dengan bunga yang besar. Tak sampai disitu, beban TKI juga semakin berat dengan potongan-potongan biaya selama hidup, misalnya harus membayar pajak di negeri orang.

Bahkan, kata Nusron, total biaya potongan-potongan tersebut bisa menyentuh angka Rp 51 juta. Oleh karena itulah, Nusron meminta pemerintah untuk serius memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada TKI. Manfaatnya kata dia, TKI jadi bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga yang jauh lebih kecil.

"Minggu Depan kita rapat kan lagi. Saya harap lebih cepat lebih baik. Mudah-mudahan 3 sampai 6 bulan sudah ada keputusan," kata dia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X