Ongkos Produksi Cabai Merah Capai Rp 52 Juta per Hektar

Kompas.com - 23/12/2014, 14:15 WIB
Subaidi, seorang petani cabai di Kendal, Jawa Tengah. k9-11Subaidi, seorang petani cabai di Kendal, Jawa Tengah.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan total biaya produksi usaha tanaman cabai merah per satu hektar untuk sekali musim tanam yang dipanen sendiri tahun 2014 mencapai Rp 52,1 juta.

Angka tersebut didapat dari Survei Rumah Tangga Usaha Tanaman Hortikultura (SHR 2014) yang merupakan rangkaian kegiatan Sensus Pertanian 2013 (ST 2013). Kepala BPS Suryamin mengatakan, dari total biaya produksi tersebut, biaya untuk upah pekerja memakan porsi paling besar yakni 47,74 persen, atau sekitar Rp 24,87 juta.

“Selain itu, biaya pupuk dan sewa lahan juga relatif besar, yaitu masing-masing mencapai 17,15 persen dan 9,66 persen,” kata dia dalam paparan, Selasa (23/12/2014).

Adapun nilai produksi per hektar per musim tanam sebesar Rp 77,1 juta. Suryamin mengatakan, biaya produksi tanaman cabai merah yang ditanam pada musim kemarau sebesar Rp 54,1 juta. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan biaya produksi yang ditanam pada musim hujan, sebesar Rp 48,1 juta.

Perbedaan biaya produksi pada kedua musim ini disebabkan oleh besarnya perbedaan pengeluaran untuk upah pekerja sebesar Rp 4,1 juta, pupuk sebesar Rp 1 juta, dan bahan bakar sebesar Rp 498.700.

“Biaya produksi terbesar untuk pengelolaan tanaman cabai meray yang ditanam pada musim kemarau dan musim hujan adalah biaya untuk upah pekerja, masing-masing Rp 26,3 juta, dan Rp 22,1 juta,” pungkas Suryamin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X