Setiap Tahun, Freeport Diminta Tambah 5 Persen Penggunaan Barang Buatan Indonesia

Kompas.com - 24/12/2014, 03:22 WIB
Proses flotasi atau pengapungan mineral tambang, seperti tembaga, emas, dan perak. Proses itu dilakukan untuk memperoleh konsentrat yang terdiri dari tembaga, emas, dan perak. Konsentrat itu kemudian dialirkan ke Pelabuhan Amamapare, dikeringkan, dan kemudian dikirim ke pabrik-pabrik pengecoran. KOMPAS/B JOSIE SUSILO HARDIANTOProses flotasi atau pengapungan mineral tambang, seperti tembaga, emas, dan perak. Proses itu dilakukan untuk memperoleh konsentrat yang terdiri dari tembaga, emas, dan perak. Konsentrat itu kemudian dialirkan ke Pelabuhan Amamapare, dikeringkan, dan kemudian dikirim ke pabrik-pabrik pengecoran.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah meminta PT Freeport Indonesia untuk terus menambah konten lokal untuk barang atau jasa di perusahaan. Setiap tahunnya, Freeport diwajibkan menurunkan 5 persen penggunaan barang impor.

"Kita meminta supaya lokal content nasional barang dan jasa bisa ditingkatkan 5 persen setahun," ujar Dirjen Mineral Batubara R Sukhyar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Dia menjelaskan, penambahan konten lokal sebesar 5 persen setiap tahun mulai berlaku tahun depan. Pemerintah menargetkan nantinya 40 persen barang dan jasa di Freeport adalah buatan dalam negeri.

Demi keseriusan kebijakan tersebut, pemerintah mengatakan akan mengaudit konten lokal tersebut setiap tahunnya.

"Local content harus lokal, bukan local expenditure. Kalau lokal expenditure bisa saja barangnya dari luar. Kalau ini (local content) harus buatan lokal. Pemerintah juga akan mengaudit local content-nya," kata dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X