"Kado Tahun Baru" dari Pemerintah Berupa Harga BBM Bersubsidi Turun?

Kompas.com - 30/12/2014, 14:04 WIB
Antrean pengendara motor mengisi bahan bakar di SPBU Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (17/11/2014). Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 dan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 terhitung mulai Selasa (18/11/2014) pukul 00.00. KOMPAS.com/UNO KARTIKAAntrean pengendara motor mengisi bahan bakar di SPBU Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (17/11/2014). Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 dan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 terhitung mulai Selasa (18/11/2014) pukul 00.00.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah soal perubahan harga BBM kian santer terdengar. Bahkan, hari ini Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menggelar rapat tiga menteri di kantornya terkait hal tersebut.

Lantas, apakah ada "kado manis" tahun baru dari pemerintah? Sebenarnya, Menteri Sofyan Djalil sudah mengatakan bahwa pemerintah akan berkoordinasi terkait opsi kebijakan harga BBM baru di sisa waktu tahun ini.

"Kita akan putuskan kebijakan harga BBM baru sebelum tahun baru. Jadi per 1 Januari 2015, masyarakat akan membeli BBM dengan harga baru," ujar Sofyan usai Rakor PTSP, Jakarta, Senin (29/12/2014).

Menurut dia, harga baru BBM tersebut diputuskan dengan melihat pertimbangan harga minyak dunia dan harga keekonomian saat ini. Sementara itu, usai menghadiri rapat tiga menteri di Kantor Kemenko Perekonomian, Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro langsung menuju istana untuk melaporkan hasil rapat kepada Presiden.

Dirut Pertamina Dwi Soetjipto mengaku belum bisa menyebutkan waktu yang pasti untuk pengumuman harga baru BBM tersebut. Meskipun demikian, Pertamina kata Dwi mengaku siap melaksanakan penjualan BBM sesuai keputusan pemerintah.

"Kita tunggu pengumuman yang akan disampaikan pemerintah. Apa saja kebijakan pemerintah, Pertamina siap," kata Dwi. Menariknya, keputusan soal harga baru BBM tersebut akan bersifat permanen. Itu artinya, tak akan ada lagi gonjang-ganjing naik atau turunnya harga BBM yang berimbas kepada APBN.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X