Menhub Jonan Investigasi Pemberian Izin Terbang di Luar Jadwal

Kompas.com - 03/01/2015, 20:19 WIB
Menteri Perhubungan Ignasisu Jonan didampingi Gubernur Maluku, Said Assagaf dan sejumlah pejabat daerah Maluku, saat melakukan kunjungan kerja di Pelabuhan Petikemas Ambon, Jumat (26/12/2014) sore tadi. KOMPAS.com/ RAHMAN RAHMAT PATTYMenteri Perhubungan Ignasisu Jonan didampingi Gubernur Maluku, Said Assagaf dan sejumlah pejabat daerah Maluku, saat melakukan kunjungan kerja di Pelabuhan Petikemas Ambon, Jumat (26/12/2014) sore tadi.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengumpulkan para pejabat otoritas yang berwenang untuk memberikan izin penerbangan pesawat sehari-harinya. Pertemuan tersebut dilakukan di kantor Kementerian Perhubungan sebanyak dua kali.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi Mustofa Djuraid mengatakan, adapun pihak yang dipanggil Menteri Perhubungan ialah Direksi PT Angkasa Pura I, Direktur Utama AirNav Indonesia, Direksi Indonesia Slot Coordinator (IDSC), dan internal Kementerian Perhubungan, yakni Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub.

"Pertemuan ini melihat persoalannya di mana (pemberian izin di luar jadwal). Ini sering terjadi, bukan di AirAsia saja, makanya kita investigasi," ucap Hadi di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Sabtu (3/1/2015).

Menurut Hadi, pesawat tidak mungkin terbang tanpa ada yang memberikan izin terlebih dahulu. Namun, pemberian izin di lapangan untuk sehari-harinya, kata Hadi, bisa diberikan oleh ketiga pihak, kecuali Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, karena hanya bisa memberikan izin per periode, yakni enam bulan sekali.

"Kita semua investigasi dan Pak Menteri bilang tidak segan-segan menjatuhkan sanksi yang setimpal, siapa yang bersalah, apakah ATC-nya, pengelola bandaranya, slot coordinator, atau internal Kementerian Perhubungan," tuturnya. (Seno Tri Sulistiyono)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X