Kompas.com - 07/01/2015, 11:01 WIB
Pantauan perairan dan kapal yang ada di sekitar lokasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, di Selat Karimata, sekitar 100 mil dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1/2015). marinetraffic.comPantauan perairan dan kapal yang ada di sekitar lokasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, di Selat Karimata, sekitar 100 mil dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1/2015).
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengaku telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 13 miliar untuk proses pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby R Mamahit mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk operasional 11 kapal yang dikerahkan selama proses pencarian. "Itu untuk logistik, bahan bakar," katanya kepada Kontan Selasa malam (6/1/2015).

Anggaran Rp 13 miliar tersebut diambilkan dari anggaran operasional. Nantinya, dana tersebut akan ditagihkan ke Basarnas. 

"Nanti diajukan dengan bukti kita mengajukan klaim, karena anggaran search and rescue adanya di sana," katanya. (Agus Triyono)

baca juga:
Benarkah Maskapai Berbiaya Murah Abaikan "Safety"?
Jonan: Tony Fernandez Mengaku Salah karena AirAsia QZ8501 Tak Ada Izin



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X