Kemenhub: Tarif Batas Bawah hanya untuk Penerbangan Domestik

Kompas.com - 08/01/2015, 17:17 WIB
Ilustrasi bandara KOMPAS/IWAN SETIYAWANIlustrasi bandara
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif batas bawah untuk penerbangan domestik sekurang-kurangnya 40 persen dari tarif batas atas.

Ketentuan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor PM 91 tahun 2014. Direktur Angkutan Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Mohamad Alwi mengatakan, peraturan ini dikeluarkan untuk menjaga keselamatan penerbangan (safety).

“Perubahan peraturan menteri ini tidak ada hubungannya dengan kejadian atau accident AirAsia,” tegas Alwi, dalam paparan di kantor Kementerian Perhubungan, Kamis (8/1/2015).

Alwi lebih lanjut menjelaskan, pemerintah menilai operasional maskapai membutuhkan biaya yang tidak murah. Misalnya untuk konsumsi bahan bakar (fuel), biaya perawatan (maintenance), training pilot dan lainnya.

“Pemerintah itu tidak ingin membebani masyarakat. Harga seharusnya menyesuaikan komponen yang harus dilaksanakan dalam operasional,” imbuh Alwi.

Alwi menegaskan bahwa revisi Permenhub ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan kecelakaan pesawat AirAsia Indonesia QZ8501. “Karena pemerintah itu melihat dari komponen-komponen yang tadi, apalagi kurs dolar yang sudah lumayan sangat tinggi. Jadi nanti tidak ada lagi promo iklan harga kalau misalnya penerbangan ke Surabaya itu Rp25.000,” tandas Alwi.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X