Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tarif Angkutan Umum Tak Turun, Pemerintah Harus Panggil Organda

Kompas.com - 08/01/2015, 19:23 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Namun demikian, tarif angkutan umum tak juga turun.

Ke depan, pemerintah berencana kembali menurunkan harga BBM mengikuti merosotnya harga minyak dunia. Akan tetapi, penurunan harga minyak dunia ini diperkirakan tidak akan berpengaruh banyak terhadap penurunan tarif angkutan. Lalu apa yang harus dilakukan pemerintah?

“Harusnya pemerintah yang melakukan intervensi. Karena biasanya, orang itu kalau sudah di atas sudah untuk diajak turun,” ucap Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, dihubungi Kompas.com, Kamis (8/1/2015) siang.

“Kementerian Perhubungan bisa panggil Organda. Karena di beberapa daerah Pemerintahnya juga mengatur, seperti di Bogor. Ini seharusnya juga bisa jadi contoh, DKI, Surabaya, dan Medan untuk itu melakukan intervensi,” lanjut Komaidi.

Dia berharap, pelaku usaha yang mengalami dampak langsung pergerakan harga minyak bisa bersikap bijak. Jika harga BBM naik mereka mengerek harga barang/jasa mereka, dan membebankan ke masyarakat. Seharusnya, ketika harga BBM turun, pelaku usaha ini pun mau menurunkan harga barang/jasa.

Komaidi mengatakan, jika melihat tren pergerakannya, harga minyak dunia diperkirakan belum pulih pada pertengahan tahun ini. Saat ini, sambung Komaidi, memang terjadi perang harga antara produsen minyak dunia yang tergabung dalam OPEC dengan Amerika Serikat.

Hal senada disampaikan oleh, pengamat energi dari Universitas Trisakti, Pri Agung Rakhmanto. Dia bilang, tren pergerakan harga minyak dunia akan bervariatif hingga pertengahan tahun. Pihak berseteru masih menunggu batas bawah harga minyak dunia. “Tapi saat ini nampaknya mereka (OPEC) masih akan jor-joran sampai ke batas bawah itu,” ujar Pri Agung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+