Jonan Persilakan CEO Maskapai yang Kena Sanksi untuk Meneleponnya

Kompas.com - 09/01/2015, 20:41 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan bahwa kelima maskapai yang dibekukan izin terbangnya bisa segera mengajukan permohonan izin kembali. Apabila merasa dipersulit oleh Kemenhub, Jonan pun mempersilahkan CEO kelima maskapai itu meneleponnya.

"Kalau merasa dipersulit semua pimpinan bisa menghubungi saya. Dirut Garuda (Garuda Indonesia) atau menteri BUMN. Silakan CEO penerbangan lain, bisa hubungi saya," ujar Jonan saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/1/2015).

Dia menjelaskan, sanksi yang dikenakan kepada maskapai merupakan bentuk ketegasan Kemenhub. Hanya saja kata dia, ketegasan itu jangan sampai membuat maskapai acuh terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dia pun mengimbau agar semua maskapai tetap menjalankan bisnisnya dengan baik dan terus meningkatkan pelayanan kepada penumpang.

Sementara itu, terkait infrastruktur, Jonan mengatakan bahwa pemerintah akan segera memperbaiki infrastruktur penerbangan. Mulai dari prasarana bandara sampai proses administrasi, dijanjikannya akan menjadi lebih baik.

"Terkait berapa aturan keselamatan pesawat, prasarana bandara kami meminta diperbaiki, dan proses administrasi. Bisa ada perbaikan menuju keselamatan penerbangan lebih baik," kata dia.

Kemenhub membekukan 61 penerbangan milik 5 maskapai, yang diumumkan Menhub Jonan, Jumat (9/1/2015) sore. Jonan menyatakan, maskapai itu meliputi Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Trans Nusa, dan Susi Air. (Baca: Jonan Beri Sanksi Lima Maskapai, 61 Penerbangan Dibekukan)

"Garuda ada 4 (pelanggaran penerbangan), Lion Air ada 35, Wings Air ada 18, Trans Nusa ada 1, dan Susi Air ada 3," kata Jonan, Jumat sore.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jonan tidak menyebutkan rute-rute penerbangan yang dibekukan tersebut. Ia mengatakan, maskapai-maskapai tersebut dapat mengajukan izin penerbangan dan akan segera diproses untuk membuka kembali sanksi pembekuan tersebut.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X