Forum Pegawai Merpati: Ibu Rini dan Pak Sofyan Orang Buta

Kompas.com - 15/01/2015, 13:57 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal Forum Pegawai Merpati (FPM) Ery Wardhana mengatakan, maskapai Merpati Nusantara Airlines masih memiliki potensi besar dan menarik investor.  Namun, sebut dia,  potensi tersebut tidak bisa dilihat oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menko Perekonomian, Sofyan Djalil.

“Orang buta pertama bilang gajah itu panjang, orang buta kedua bilang gajah itu besar, orang buta kedua bilang gajah itu kecil. Jadi saya bisa bilang Ibu Rini dan Pak Sofyan adalah orang buta keempat dan kelima dalam memandang Merpati,” kata Ery dalam jumpa pers di Gedung BASARNAS, Jakarta, Kamis (15/1/2015).

Menurut Ery, Merpati masih dibutuhkan oleh Indonesia sebagai maskapai penerbangan perintis (penghubung wilayah terpencil). Selain itu, Merpati juga merupakan ujung tombak distribusi barang dan bahan pokok ke Kawasan Indonesia Timur, membantu cadangan strategis, dan ketahanan nasional Indonesia.

Ia menambahkan, maskapai perintis itu masih dilirik oleh investor.  “Merpati sampai hari ini, masih ada investor yang tertarik untuk membeli Merpati. Kenapa? Itu karena diujungnya ada kata negara. Bahkan maskapai penerbangan swasta yang lebih murah tidak dilirik investor. Padahal Merpati ini punya beban yang banyak, tapi masih dilirik. Artinya masih punya potensi,” kata dia.

Sebelumnya, pada tanggal 2 Desember 2014, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan akan menentukan nasib merpati dalam tiga minggu.

Namun sampai saat ini belum ada keputusan yang jelas mengenai nasib dari PT. Merpati Nusantara Airlines.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.