Jonan Ungkap Detik-detik Terakhir AirAsia QZ8501 Hilang Kontak

Kompas.com - 21/01/2015, 10:18 WIB
Petugas menunjukkan cockpit voice recorder (CVR) yang merupakan bagian kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 di Kantor Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Jakarta, Selasa (13/1/2015). CVR tersebut salah satu bagian kotak hitam yang berisi percakapan pilot dan kopilot. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPetugas menunjukkan cockpit voice recorder (CVR) yang merupakan bagian kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 di Kantor Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Jakarta, Selasa (13/1/2015). CVR tersebut salah satu bagian kotak hitam yang berisi percakapan pilot dan kopilot.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyebab kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 belum bisa diketahui meski kotak hitam sudah berhasil ditemukan. Bahkan, pemindahan pesawat AirAsia QZ8501 dan pencarian korban sampai saat ini belum selesai dilakukan oleh Badan SAR Nasional (Basarnas).

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan sendiri tak mau berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan itu. Meski begitu, ia mengungkapkan data radar saat detik-detik terakhir pesawat QZ8501 hilang kontak.

"Pada saat-saat terakhir iya (pesawat naik tidak wajar), pencapaian ketinggian, dan turunnya terlalu cepat," ujar Jonan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/1/2015) malam.

Saat rapat dengan Komisi V DPR RI, Jonan menuturkan, pesawat tersebut naik tak wajar setelah berbelok ke kiri dan naik dari ketinggian 32.000 kaki ke ketinggian 33.700 kaki dengan kecepatan 1.400 kaki per menit dalam 6 detik.

Setelah itu, pesawat terus naik dengan kecepatan 6.000 kaki per menit dari ketinggian 33.700 kaki ke 34.500 kaki.

Menurut Jonan, kenaikan pesawat dengan kecepatan 6.000 kaki per menit terbilang tak wajar. Pasalnya, kenaikan dengan kecepatan 1.000 sampai 2.000 kaki per menit saja sudah dianggap luar biasa untuk pesawat komersial. "Saya kira pesawat tempur saja naik 6.000 enggak bisa," kata dia.

Bahkan, data radar, kata Jonan, menunjukkan bahwa pesawat terus naik dari 34.500 dengan kecepatan 8.400 kaki per menit ke ketinggian 36.300 kaki, dan terus naik dengan kecepatan tinggi mencapai 11.100 kaki per menit.

Setelah naik dengan kecepatan itu, pesawat, menurut Jonan, turun dengan kecepatan yang tak wajar pula. Meski data radar menunjukkan data itu, Jonan tak tahu apa penyebab pesawat tersebut naik dan turun dengan kecepatan tak wajar.

Menurut dia, hasil penyelidikan KNKT nanti akan mengungkap secara pasti apa yang terjadi dengan pesawat QZ8501. Senada dengan Jonan, Komisi V pun akan menunggu hasil penyelidikan KNKT dan akan membentuk panitia kerja (panja) keselamatan penerbangan nasional.

Baca juga: Jonan: Kalau Harus Cek Semua Pesawat, Tuhan Saja Jadi Menterinya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X