Jonan: Shinkansen Batal, Dana Digunakan untuk Bangun Kereta di Luar Jawa

Kompas.com - 21/01/2015, 12:02 WIB
Karyawan PT KAI melihat China Railway High-Speed atau Bullet Train (Kereta Peluru) di Stasiun Tianjin di Distrik Hedong, Hebei, China, Senin (25/3/2013). Sejak 2008, stasiun ditempati kereta berkecepatan 300 km per jam yang mampu menempuh jarak 1.500 kilometer dari Beijing ke Shanghai dalam tempo lima jam. KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYATKaryawan PT KAI melihat China Railway High-Speed atau Bullet Train (Kereta Peluru) di Stasiun Tianjin di Distrik Hedong, Hebei, China, Senin (25/3/2013). Sejak 2008, stasiun ditempati kereta berkecepatan 300 km per jam yang mampu menempuh jarak 1.500 kilometer dari Beijing ke Shanghai dalam tempo lima jam.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyampaikan dalam rapat badan anggaran DPR-RI, Rabu (21/1/2015), selama lima tahun ke depan, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebisa mungkin tidak digunakan untuk pembangunan kereta cepat di Pulau Jawa.

"Uangnya, rencananya, untuk pembangunan rel kereta api di Sumatera, ini double track, trans-Kalimantan, trans-Sulawesi, dan rel KA di Papua-Papua Barat," kata Jonan.

Jonan menekankan, pengadaan lahan harus beres untuk merealisasikan rencana tersebut. Khusus untuk rencana pembangunan jalur KA di Kalimantan, dia bilang bahwa pemerintah hanya akan membangun di lokasi-lokasi yang tidak dekat dengan wilayah kerja pertambangan.

"Trans-Sulawesi, yang sekarang ini rencananya menghubungkan Makassar-Parepare, kami mengusulkan Makassar-Manado. Sementara itu, yang Papua-Papua Barat akan menghubungkan Sorong-Manokwari," ucap Jonan lagi.

Jonan dalam rapat tersebut menegaskan, jangan ada kereta cepat walaupun proyek tersebut dibiayai dari pinjaman luar negeri. "Kan pinjaman juga harus dibayar dengan APBN. Jadi, lebih baik untuk pembangunan kereta di daerah. Banyak orang di daerah itu tidak pernah naik KA. Lha wong mereka lihat saja belum pernah," kata Jonan.

Baca juga: Pemerintah Jokowi Batalkan Proyek Kereta Supercepat Jakarta-Surabaya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X