Kadin: Perekonomian Indonesia Ditopang Portofolio yang "Vulnerable"

Kompas.com - 22/01/2015, 12:14 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA,KOMPAS.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berkisar 5,2 persen hingga 5,5 persen.

Namun menurut dia, angka tersebut belum menggembirakan "Prediksi ke depan belum sepenuhnya menggembirakan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Dimana berkisar 5,2 persen hingga 5,5  persen," kata Suryo di Kantornya, Menara Kadin, Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Lebih lanjut lagi ia mengatakan, Indonesia harus memperhatikan arus modal balik yang dapat menyebabkan perekonomian tidak terkendali.

"Perekonomian Indonesia ditopang oleh arus modal portofolio yang vulnerable, dikhawatirkan terjadinya arus modal balik yang membuat ekonomi tidak stabil," jelas Suryo.

Ia mengatakan, hal tersebut bisa dicegah pemerintah dengan menempatkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang tepat pada sasaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.