Ada Dana 2 Juta Dollar AS untuk Proyek MRT

Kompas.com - 25/01/2015, 16:35 WIB
Kemacetan lalu lintas di sekitar proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/2/2014). Proyek MRT dilakukan untuk menyelesaikan persoalan kemacetan di Jakarta. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKemacetan lalu lintas di sekitar proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/2/2014). Proyek MRT dilakukan untuk menyelesaikan persoalan kemacetan di Jakarta.
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - Ada dana investasi hingga 2 juta dollar AS hasil kerja sama Kanamoto Jepang dengan Prabesco Disatama untuk ikut ambil bagian dalam proyek angkutan umum massal dan cepat (MRT). Kedua pihak, menyampaikan informasi tersebut sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com pada Minggu (25/1/2015).

Kanamoto yang memiliki spesialisasi di bidang penyewaan alat-alat berat di bidang infrastruktur semisal di pertambangan. Sementara, mitranya dari Indonesia, Prabesco juga berkecimpung di industri alat-alat berat.

Kerja sama kedua pihak itu, kata  Direktur Utama PT Probesco Disatama Saripin Taidy dan Kanchu Kanamoto dari Kanamoto.co.jp tersebut akan membidik perusahaan-perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia. Kerja sama itu juga membidik perusahaan-perusahaan lokal Tanah Air.

Kedua pihak juga membidik penguasaan pasar hingga 30 persen. Dengan dana sebesar tersebut dia tas, tingkat pengembalian modal bakal terwujud dua atau tiga tahun ke depan.

Terkini, Indonesia terbilang memunyai potensi pasar konstruksi terbesar di ASEAN. Pada 2015, diperkirakan Indonesia mampu menyediakan 60 persen dari pasar konstruksi di kawasan ASEAN.

Catatan menunjukkan, setahun silam, pasar konstruksi di Indonesia seturut  data dari Asia Construction Outlook bernilai 267 miliar dollar AS. Indonesia pun menjadi pasar jasa konstruksi paling menguntungkan di ASEAN. Pula, Indonesia menjadi pasar nomor dua terbesar di Asia.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, pasar konstruksi Indonesia mencapai 35 persen atau senilai Rp 500 triliun dari nilai konstruksi di ASEAN.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X