Menteri Susi Bilang Harga Jaring di Indonesia Paling Mahal di Asia Tenggara

Kompas.com - 26/01/2015, 14:14 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti keluar dari ruang kerjanya untuk memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (28/10/2014). KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti keluar dari ruang kerjanya untuk memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (28/10/2014).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, harga jaring di Indonesia adalah yang termahal di Asia Tenggara. Bandingkan dengan di Singapura, harga jaring untuk menangkap ikan di sana hanya seperempatnya dari harga di Indonesia.

“Ini penyebabnya adalah impor nilon, bea masuk, di perdagangan itu dimasukkan dalam kode HS (Harmonised System) tekstil, sehingga dikenaik BM sangat tinggi,” ucap Susi, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR-RI, Senin (26/1/2015).

Dia pun lantas bercerita, saking kesalnya nilon dimasukkan ke dalam kode tekstil, dia pun pernah berpikiran untuk melancarkan protes. Susi bilang, waktu itu dia ingin menjahit nilon-nilon untuk jarung untuk dijadikan pakaian.

“Kok bisa impor nilon untuk jaring disamakan dengan tekstil yang untuk pakaian?” kata Susi.

Dia pun bilang, jika importir nilon dikenai bea masuk 12 persen, itu artinya nelayan di Indonesia juga membeli jaring dengan harga lebih mahal 12 persen dibanding nelayan luar.

“Saya lihat beberapa kebijakan fiskal atas barang-barang yang dibutuhkan nelayan hampir tidak disentuh (oleh pemerintah) sampai hari ini,” kata Susi.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X