Ricardo Gelael, Menghargai Kejujuran dan Loyalitas Karyawan

Kompas.com - 27/01/2015, 11:12 WIB
EditorErlangga Djumena

Dick Gelael memulai usaha dengan menawarkan konsep baru. Dia mengembangkan bisnis KFC setelah memperoleh hak waralaba dari Yum! Brand Inc. Awalnya supermarket Gelael dijadikan penarik pelanggan untuk KFC. Akan tetapi, konsep ini berubah karena pada akhirnya Gelael kalah bersaing dengan minimarket yang menjamur, sedangkan KFC sudah berkembang lebih bagus. Dalam iklim usaha yang tak menentu, KFC bertahan dengan baik karena KFC tidak memakai fasilitas pinjaman bank dan tidak punya utang. Ketika mendapat keuntungan, digunakan lagi untuk pengembangan usaha lainnya.

Bagaimana Anda melihat jumlah 18.500 karyawan?

Ujung tombak dari usaha jasa adalah toko, bukan di kantor pusat. Karyawan kami adalah aset yang sangat penting. Ayah saya pun selalu berpesan, kejujuran dan loyalitas tidak ada sekolahnya. Jadi, lihatlah mana karyawanmu yang jujur dan punya loyalitas. Orang pintar itu banyak, tetapi orang yang jujur dan punya loyalitas akan semakin sedikit. Jadi, hargailah orang yang sudah bekerja puluhan tahun. Jangan serakah dengan keuntungan satu-dua rupiah.

Manfaatkan keuntungan untuk kesejahteraan karyawan. Nama perusahaan adalah kebanggaan dan prestasi, yaitu dengan menjaga kejujuran. Jadi, ke mana pun kita bawa nama perusahaan ini, kita akan tetap mendapat kepercayaan. Inilah yang sudah kita bangun selama 35 tahun. Inilah warisan dari Dick Gelael.

Bagaimana Anda melihat persaingan bisnis dan iklim usaha saat ini?

Persaingan bisnis semakin kompetitif. Setiap bulan, 200 karyawan kami ”dibajak” perusahaan lain. Buat mereka lebih murah mengambil karyawan yang sudah jadi dibandingkan mulai dari nol dengan melatih mereka. Akan tetapi, kami tidak boleh berhenti berkembang karena kami yakin masih memiliki karyawan yang punya loyalitas dan kebanggaan untuk tetap bersama. Soal iklim usaha, pemerintah harus hati-hati membuat kebijakan. Kepastian usaha menjadi sangat penting.

Bagaimana peluang usaha ke depan?

Saya berprinsip, kalau ada peluang, akan saya ambil. Ini yang mungkin berbeda antara manajemen lama dan manajemen baru. Tahun ini kami berencana membuka 60 gerai, tetapi lebih kecil. Kami ingin masuk ke kelas bawah yang 200 juta pasarnya. Jika kami bisa masuk, 10 tahun ke depan kami bisa buka 2.000 gerai.

Sampai kapan Anda akan menggeluti bisnis ini?

Bisnis tidak pernah melihat titik. Waktu kita berpikir untuk pensiun, di situ kejatuhan kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ekspor Produk Halal RI Baru 3,8 Persen Total Pasar Produk Halal Dunia

Ekspor Produk Halal RI Baru 3,8 Persen Total Pasar Produk Halal Dunia

Whats New
Menaker Ida Ingatkan Penerima BSU: Gunakan untuk Hal Bermanfaat, Bukan untuk yang Tidak Perlu

Menaker Ida Ingatkan Penerima BSU: Gunakan untuk Hal Bermanfaat, Bukan untuk yang Tidak Perlu

Whats New
Menperin: Setiap Rp 1 Belanja Produk Lokal Sumbang Perekonomian Nasional Rp 2,2

Menperin: Setiap Rp 1 Belanja Produk Lokal Sumbang Perekonomian Nasional Rp 2,2

Whats New
Apa Benar Pertalite Boros Setelah Naik Harga, Ini Hasil Pengujian Lemigas

Apa Benar Pertalite Boros Setelah Naik Harga, Ini Hasil Pengujian Lemigas

Whats New
[POPULER MONEY] Produk Mie Sedaap Ditarik di Singapura | Waspada Penipuan Kripto 'Pig Butchering'

[POPULER MONEY] Produk Mie Sedaap Ditarik di Singapura | Waspada Penipuan Kripto "Pig Butchering"

Whats New
Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Rilis
Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Whats New
Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Whats New
KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

Whats New
Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Whats New
Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Whats New
Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Whats New
Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Rilis
BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

Whats New
Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.